“Tangan di atas lebih baik dari pada tangan dibawah” adalah pendapat kuno di era modern ini

Loh? Kenapa aku bilang kek gitu… hahaha…
Sebenarnya aku juga gak mau ngepost ini. Tapi, ya gimana lagi… ini udah kali ke keberapa ditipu.. ya, ditipu… Aku Cuma mo sharing-sharing aja ke teman-teman. Berbagi pengalaman kepada kawan-kawan semua. Selama ini, kita selalu beranggapan bahwa memberi itu selalu diidentikan dengan perbuatan yang baik dan mulia. Tapi memberi yang gimana dulu.. Nyontek juga memberi loh.. hhehe…

Oh ya, klo orang yang tinggal diluar camp CPI, pasti pernah nemuin orang-orang yang meminta sumbangan ato sejenisnya. Ok, ini lah daftar pengalaman buruk itu :

Pertama, di pagi yang indah, tiba-tiba ada seorang kakek-kakek yang berjalan dengan kaki yang terpincang-pincang. Dia meminta uang padaku untuk makan. Dia bilang klo kakinya itu baru aja disuntik rabies. Karna kasihan, aku kasih dia duit. Merasa kurang yakin, aku intip dari kejauhan. Setelah kakek-kakek itu berjalan cukup jauh dari rumahku, dia berlari dengan lancarnya. Ya, berlari. Dia berlari. Sial, aku ketipu… uang pun lenyap.

Kedua, seorang nenek-nenek datang ke rumahku dan meminta sumbangan. Aku tak mau tertipu lagi. Dan aku menolak dengan halus untuk memberi. Aku masuk ke dalam rumah dan aku intip dari balik kaca. Ternyata nenek itu tidak berbalik pulang. Dia malah mencopot sandal bekasnya itu dan dengan sengaja menggantinya dengan sandal putih kesayanganku. Tak terima dengan perlakuan itu, aku bersegera ke luar dan bertanya,”loh nek, itu sendalku loh..” nenek itu dengan tanpa bersalah berkata, “Oh ya, maaf nak. Gak sengaja” nenek itu menukar sandal dan bersegera pergi.

Ketiga, kali ini, bukan aku yang mengalami. Tapi gaek cowok aku yang ngalami. Seseorang yang kira-kira berumur 47 –an, datang ke rumahku untuk meminta sumbangan. Dia membawa amplop dan buku sumbangan. Inilah percakapan dia dan ayahku. Ayahku : ada apa pak? Mr. X : gini pak, saya mo minta sumbangan ke bapak. Di Masjid X besok bakal diadakan pemberian sumbangan ke anak yatim. Dananya belum cukup pak. Jadi, dimohonlah kepada bapak, agar mau berbagi rezeki pada kami. Saya yang akan menyalurkannya pak. Saya adalah bla bla bla bla… Ayahku merasa kurang yakin dengan bapak ini. Masalahnya, masjid X itu gak pernah ada di Duri. Bapakku juga kenal Sangat dengan daerah Duri. Jadi gak mungkin ada yang dia gak tau. Alagh.. haha.. tapi serius loh. Ayahku emang tau betul dengan daerah duri. Maklum, tuntutan kerja yang mengharuskan mengenal kota Duri. Ayahku memberikan uang sejumlah 25 ribu. Mulanya 50 ribu karna kasihan dengan bapak ini. Tapi, akhirnya 25 aja. Uang pun telah diberikan dan ayahku masih dalam keragu-raguan. Ayahku yang masih ragu, melakukan penyelidikan. Maklum, ayahku bukan pelit. Tapi orangnya emang gak bisa dibohongi. Sekali dibohongi, siap-siap aja. Haha.. maklum, pengalaman pribadi. Makanya aku gak berani boong ama ayahku..hhahaha… Akhirnya ayahku mencari info mengenai masjid X. dan ternyata emang gak ada masjid X itu di Duri. Dan sekarang ayahku melakukan pencarian kepada bapak yang berani-beraninya berbohong itu. Akhirnya tertangkap di tengah jalan. Bapak itu lagi meminta sumbangan. Di kerumunan masyarakat itu, ayahku menasehati dan meminta kembali uang yang telah ia berikan itu. Dan uangnya kembali. Hahah… hebat-hebat… heheh.. Jadi, dari pengalaman ini, kita bisa ngambil hikmah, klo ada spesies-spesies itu datang ke rumah kita, tolong, jangan dikasih uang. Lebih baik kita saja yang secara langsung memberikan uang itu ke anak yatim, masjid ato apalah itu namanya.

Intinya, Berhati-hatilah terhadap makhluk munafik sejenis itu. Waspadalah.. waspadalah….

6 thoughts on ““Tangan di atas lebih baik dari pada tangan dibawah” adalah pendapat kuno di era modern ini

  1. ghalilatans says:

    Setuju tok, mending kita ngasih lewat lembaga yang sudah terpercaya tok. Males banget duit kita disia-siakan.

  2. ikhwanluthfi says:

    iya ghal…
    kadang2, orang yang minta2 tu malah lebih kaya dari pegawai negri.
    bisa 15 juta an per bulan penghasilannya. hahah…

  3. adorablemind says:

    Aku pernah bahas ini juga dulu sama ririe.Yaaah,kalo masalah ngasih sumbangan emang lebih baik langsung kebadan yang udah solid.Kalo ngasih infak,ya gakpapa,toh seribu dua ribu,yang pentingkan niat.Kitakan gak tau pasti orang yang minta itu pasti nipu apa enggak.Yang pentingkan niat,walo ditipu,seenggaknya kita udah nambah bekal pahala,jadi gak rugikan.hehe😀

  4. novnfal says:

    iya, saya setuju, yang penting kan niatnya. terserah orangnya mau boong atau mau apa. soalnya kalo dipikir terus malah bisa jadi ga ikhlas… hehe

    aku juga pernah sebel banget sama pengemis di Demak. mintanya sampe ngerubungin kita gitu abis keluar masjid *berasa artis* terus maksa2, ngikutin kita sampe mobil. ga dikasih ribut, dikasih satu semua minta. semuanya!! hmmm… harga diri sekarang mahal ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s