JANGAN BERPALING DARI BECAKKU!!!

ORIGINALLY POSTED on IFIART

Aku berjalan menyelusuri lorong gedung sekolah yang sudah tua ini. Kadang aku bertanya dalam hati, kapan gedung setua ini awalnya didirikan? Mungkin 1991 setara dengan umur kakakku saat ini.

Kakak? Hmmm… Sepertinya aku punya kakak, sepertinya juga tidak. Aneh dan memuakkan jika harus mengingat masa-masa kelam aku bersama kakakku itu. Kini, aku tak tau dia ada dimana.. Mungkin dia sudah menjadi pelacur, atau perempuan murahan yang mau dibayar untuk memberi sedikit arti dari “kepuasan”.

Aneh memang…. Dulu aku dan kakakku sangat akrab dan banyak sudah kenangan manis yang aku lalui dengan kakakku. Dia mau mengajarkanku membaca alquran, mengajarkanku matematika, fisika, dan memasak. Ya, memasak. Kakakku sangat jago memasak. Tak ada yang pernah mengatakan masakan kakakku tidak enak. Semua selalu puas. Buktinya, burjo kami selalu penuh dengan pengunjung. Tak ada yang tidak puas. Semua tersenyum bahagia setelah menapakkan kakinya keluar dari burjo kami. Mungkin malah mereka merasa berat hati untuk keluar dari burjo kami dan mungkin pingin makan lagi.

Tapi itu dulu. Sebelum kris datang dalam kehidupan kami. Murid baru pindahan dari sma luar negri itu masuk ke kelas kakakku dan sempat menyatakan perasaannya pada kakakku. Hingga suatu saat dia mengajak kakakku pergi ke tempat clubbing, tempat hina yang penuh sorotan lampu cahaya neraka. Sungguh menjijikan para manusia yang menetap disana. Pergaulan kakakku semakin liar, brutal, dan semakin parah setelah kris masuk menggerogoti kehidupannya. Kini dia telah pergi. Dan aku tak tau dia ada dimana. Kini aku hidup sendiri setelah kedua orang tuaku benar-benar dipanggil oleh yang maha kuasa.

“bud, budi.. Budi…” sahut shila menyadarkanku. “kamu kenapa bud? Kok melamun aja sih?”tanya shila padaku. “ah gak kok. Aku baru …” “baru apa bud? Baru mikirin kakakmu yang jadi wanita kupu-kupu berwarna? Hahaha..”sindir fika padaku. Aku hanya bisa memendam amarah sambil menggerutu menatap kedua matanya. Aku tak bisa melawan. Sebenarnya aku bisa saja melayangkan kepalan tangan ini ke wajah perempuan bermulut tebal itu.

Tapi sudahlah, aku tak mau berurusan lagi dengan guru BK (Bimbingan Konseling). Fika pasti dibela. Secara, dia anak pemilik sekolah ini. Aku hampir pernah dikeluarkan dari sekolah ini. Tapi untung saja, ibunya fika meredam emosi ayahnya fika. Sebenarnya sudah lama aku ingin keluar dari tempat sampah yang reyot ini. Tapi shila selalu saja menggoyahkan niatku ini. Hingga 2 tahun sudah aku bertahan di sekolah ini. Tanpa basa-basi, aku langsung pergi meninggalkan shila dan fika yang masih saja berseteru saling membela dan menjatuhkanku. Tak mau mendengar ocehan fika lagi.

Daripada aku tambah emosi, lebih baik aku narik becak aja. Aku bukan budi seorang pelajar seperti yang mereka kenal ketika aku melangkah keluar dari sekolah reyot ini. Aku berubah menjadi seorang anak penarik becak ketika aku memulai rutinitas ini. Walaupun matahari tepat menganga di atas sana, aku tetap menarik becakku sepenuh hati. Yang penting pelanggan senang, aku pun senang. Uang pun datang.. Haha..

Satu tahun yang lalu, aku sangat bahagia. Pendapatanku semakin banyak. Banyak mahasiswa yang naik becakku ingin diantarkan kesana, kesini, dll. Tapi, kini dunia telah berubah. Ojek dimana-mana, mobil berserakan bagaikan tebaran ilalang di belakang sekolahku. Dan hanya dengan bermodal beberapa rupiah dan surat-surat penting, mahasiswa sudah bisa memiliki dan mengendarai motor. Liat saja, jogja yang dulunya dipenuhi pejalan kaki, kini dipenuhi oleh kumpulan mesin berjalan, berkeliuran dimana-mana, memadati jogja, hingga kini aku benar-benar kesepian. Sebelum revolusi ini terjadi, aku sering bercengkrama dengan para pelanggan becakku. Tapi kini, aku sendirian. Menatap awan yang merangkak pelan di atas langit. Huh, mana ni?? Kemana pelanggan-pelanggnku? Bosan memang harus menanti tanpa melakukan apa-apa. Tiba-tiba ….

(bersambung)

6 thoughts on “JANGAN BERPALING DARI BECAKKU!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s