Surat dari Calon Pasienku

kawan2, aku punya teman namanya Adilah Ulfiati. Dan dia kuliah di Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya. Dan dia punya notes di FB nya… wah, keren banget deh… merinding ni bacanya… bagi yang mau baca, lanjut baca gan…. dijamin gak nyesel kok…. ni tulisannya, o ya, jangan lupa dikomen ya… >>>

Terdiam dalam sunyi. Ku tatap tumpukan handout yang mau tidak mau harus kubaca malam ini.

‘Kenapa baru malam ini?!’, tanya hati kecilku sedikit marah. ‘Ya mau gimana?! Agh! Jangan Protes terus!’, jawab hati ku ntah dari sisi yang mana.

Ramai.. dan hatiku berperang..

Otakku kelu. Hanya sanggup menatap dari jauh percakapan sengit hati-hati ku.

Dan…, sebuah benda asing bernama penyesalan mampir mengetuk pintu hatiku, penyesalan dengan spesies memilih jurusan..

‘Buat apa dia datang?’

Fiuh… Ya.., tak lain dan tak bukan adalah memancing amarah tuk keluar dari tempat semedinya. Namun, otakku yang sedari tadi kelu, bangkit bak disambar petir dengan gaya otoritasnya, memerintah tangan membuka sesuatu yang tersentuh oleh mata.

Surat

Lembar sebuah surat

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Selamat pagi calon dokterku🙂 Mengapa pagi ini engkau terlihat lesu? (bagaimana jika aku memanggilmu caldokku? Tidak keberatan kan? :))

Hm..aku dengar pelajarannya berat ya? Dan banyak juga ya? Dan apa lagi ya?😀

Maafkan aku caldokku, karena engkau harus belajar keras demi aku😦.. calon pasienmu..

Tapi

wahai calon dokterku…

Tahukah engkau..

Menjadi dokter adalah pilihan yang hebat..

Karena ia begitu mulia dan sangat berharga dimataku..

Segala talenta terpatri dalam jiwanya

Mulai dari konumikasinya yang menghangatkan jiwa,

Keahlian seorang detektif dalam diagnosanya,

Jiwa seorang guru yang memberi pengertian pada pasiennya,

Kemampuan persuasifnya..

Kesabaran, kegigihan, keuletan, dan tanggungjawab yang diembannya…

Sifat rela berkorbannya, keikhlasannya.. dan masih banyak lagi yang tak bisa ku sebutkan..

Terima kasih calon dokterku, karena saat ini, engkau belajar, memahami, mencerna dan mencari segala sesuatu di kedokteran hanya untukku.. calon pasienmu..

Waktumu dalam belajar, berorganisasi membentuk karakter, berlatih mengasah skill, engkau lakukan demi aku kelak, calon pasienmu..

Tenagamu engkau sumbangkan, lelahmu dalam belajar selalu berusaha engkau tekan, kantukmu engkau lawan..

Dan semua engkau lakukan hanya untuk memberikan yang terbaik bagiku.. pasienmu kelak..

Sungguh caldokku, aku tidak tahu harus membalas apa.. sungguh mulianya dirimu… dan ku yakin engkau akan berkata ‘tidak, tidak usah dibalas, dan saya hanya manusia biasa, Sang Pencipta yang berkuasa’🙂

Aku di sini selalu berharap engkaulah yang dipilih Sang Pencipta untuk merawatku kelak, layaknya seperti manusia, ketika aku sakit, ketika aku membutuhkan semangat untuk hidup, dan ketika aku butuh akan perhatian..

Maka dari itu, tersenyumlah.. Aku senang melihatmu tersenyum..:) karena dengan senyummu saja sakit yang kurasa bisa sirna😀

Calon dokterku,

Sudah terlalu banyak dokter yang tidak mengerti tugasnya, melupakan hatinya, dan tidak mengakui bahwa betapa mulianya ia..

Dan karena itu lah aku selalu menunggumu karena aku percaya kelak engkau tidak seperti mereka

Dan karena aku percaya engkau adalah seorang dokter yang berbeda..

Seorang dokter yang akan menjalankan tugasnya dengan sepenuh hati

Seorang dokter yang selalu berusaha sekuat tenaga demi keceriaan pasiennya meski Yang Maha Kuasa menggariskan sesuatu yang bernama takdir padanya.

Aku ingin segera memanggilmu dokter. Dan bukan caldok lagi. Bukankah engkau juga ingin segera mendengarnya?🙂 Namun, aku mengerti pelajaran itu tidaklah semudah yang mereka bayangkan, maka berjuanglah caldokku.. aku.. calon pasien pertamamu.. akan selalu menantimu..

Aku akan terus memohon kepada Yang Kuasa agar dapat bertemu denganmu dan mewujudkan impianku untuk menyapamu ‘dokter…’ di ruang praktekmu, pagi itu…🙂

Ttd.

Calon Pasien Pertamamu- Ibu yang selalu merindukanmu🙂

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Semangat Kolegaku! Banyak orang yang telah menunggu kita sebagai dokter yang profesional.

Jangan menyerah! Mari berjuang bersama dan saling mengingatkan.

Setiap kesulitan selalu ada kemudahan. Hanya saja kita butuh kesabaran untuk mencapainya.

“Jika matahari ibarat kesulitan dan hujan ibarat kesuksesan maka kita butuh keduanya untuk melihat pelangi”

Semangat!

10 thoughts on “Surat dari Calon Pasienku

  1. nodame says:

    aaaaaaaaa,dila,pasti berlinang air mata ni si dila bacanya,apalgi dari umminya
    aku jadi terharu hikshiks
    semoga teman2 yang mengemban raga dan pikiran untuk kedokteran nantinya gak jadi dokter yang “balas dendam” ya,jadilah dokter yang ada untuk pasien,ga peduli siapa pasiennya,punya duit apa gak,parah apa gak,berikanlah yang terbaik
    ga dokter aja,yang lain juga

  2. Dila says:

    Waaa waaan, dila baru buka buka blog wantok, hehe
    apa kabar waaan?
    di mana skrg?

    btw, ini dulu dila iseng buat sendiri wan, hehe

    • ikhwanluthfi says:

      Hai dila. Alhamdulillah baik. Lagi sibuk bantu emak ngurus kedai dila. Kpan2 datang ya dil ke pondok makan kmi. Namanya pondok ikan bakar biyai. Di jln mawar gang kamboja dil. Samping rumah wawan kok itu pondoknya. Follow aja instagramnya hehe. Ig : pondokbiyai.
      Ajak yg lain ya dil. Hehe.

      Eh ampe lupa. Izin posting ya dil tulisan dila. Bagus dan menginspirasi soalnya. Hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s