terimAkasih

ORIGINALLY POSTED on IFIART
Sory bener-bener sory kawan2, lama sudah ku tak menyapa kalian semua dan sangat amat lama pula aku tak memberi makan pada anak tercintaku, my lovely blog, ifitalkssomething. Terkadang ada juga rasa kangen yg sangat memuncak untuk meletakan tangan tepat di atas keyboard dan menekan tuts-tutsnya yg pastinya rela utk kutindas.
Semua ini kulakukan bukan karena tidak ada sebab. Tugas yang banyak, ujian yg entah kenapa merapat jadwalnya, dan responsi yang butuh waktu untuk mempersiapkannya, sungguh menyita waktuku untuk menyempatkan diri menyalurkan hobiku.
Dan akhirnya aku menolak niat awalku yang ingin memfeeding blogku.

Tapi kini aku lumayan bebas. Walau masih ada tugas akhir dan responsi beberapa hari lagi, aku tetap akan memberi makan blogku.
Ah sudahlah... Aku juga pingin NGEBLOG... Let me show you my art.

Hahaha... Tapi kali ini aku gak pingin nerbetin tulisanku. Aku mau curhat aja deh kali ini.

"Like a G6..."
Kurang lebih begitulah nada dering yg berbunyi menggetarkan hapeku. Ada 2 pesan masuk ke dalam hapeku. Satu dari bunda tercintaku dan satu lagi dari ayahanda kesayanganku.
Kubuka ke dua pesan yang tiba-tiba datang menghampiri dan merasuki N95 8GB ku.
Ternyata ke dua pesan itu berisi puisi.
Satu dari bundaku, deswati, dan satu lagi dari ayahku, syafjon. Setelahku baca, wah, sungguh terharu dan menambah semangat jadinya. Ingin rasanya kupeluk mereka. Sayang raga tak bertemu secara nyata.
Kalian pingin baca ya kedua puisi tersebut? Penasarankan???
Nih, aku dengan baik hati mengizinkannya. Silahkan dibaca. Semoga bisa memotivasi kalian semua. Selamat menyantap.

Inilah puisi dari bunda tercintaku :

Engkau anakku..
Sang arjuna yang ku lahirkan dengan setiap cucuran darahku
Setiap tetes keringat darah yang kukeluarkan dari pori2 ku
Suara yang telah kuhabiskan karena berteriak berkorban demi dirimu
Kukorbankan nyawaku untuk mendapatkanmu
hingga garpu tajam menusuk uluh hatiku

Engkau anakku..
Cinta ibu suci tak kan pernah terkotorkan oleh abu
Cinta seorang ibu yang selalu menahan rindu padamu
Memimpikan dan berharap tiada yg dapat menggantikanku di pikiranmu.

Buah hatiku
Engkau anugerah terindah bagiku
Penghias hati yang tak kan pernah terhapuskan oleh waktu
Walaupun emas permata disuguhkan untuk melupakanmu
Tak kan pernah ku mau
karena aku sayang padamu

Sembilan bulan aku mengandungmu
Dalam kepenatan tak henti aku menjagamu
Jiwa raga yg kurelakan dmi membesarkanmu

Anakku..
Jangan lupakan ibumu

Dan inilah puisi dari ayahku :

Oh malaikat kebanggaanku..
Senja hari kukayuh sepedaku demi kebahagiaanmu
Mewujudkan segala harapan tuk membeli senyumanmu
Berat kehidupan yang kutopang pada otot kakiku
Kan hilang karena ku ingin kebahagiaanmu

oh anakku..
Serasa aku lelah hadapi kehidupan
Serasa aku akan menyerah menjalani semua
Tapi..
Karena kuingat dirimu
Kubangkit
Kusadar
Ku kan lakukan semua demi dirimu

Anakku..
Keringat yang telah membasahi tubuhku
Tulang yg hampir retak telah lumpuhkan diriku
Semua itu kulakukan demi dirimu

Anakku..
Gapai cita-citamu
Raih segala mimpimu
Jangan kau hancurkan segala pengorbanan yang selama ini hanya untukmu.

Wah, benar-benar sastrawan mereka berdua. Aku bangga bisa diizinkan Tuhan menjadi pengisi kehidupan mereka.
Terimakasih Tuhan, terimakasih ya Allah atas karunia yg kau berikan padaku dan pada mereka.
Terimakasih.

Btw, terimakasih ya kepada teman2 yang masih setia meluangkan waktunya buat ngelirik blogku walau aku jarang nge feed blog aku... Hehehe :)

2 thoughts on “terimAkasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s