Resolusi 2014: #NextLevel (REPOST)

2014

source : https://www.youngontop.com/notes/resolusi-2014-nextlevel-yzyiygc9

Hi YOTers,

Hanya butuh waktu kurang dari 10 menit utk baca sharing saya ini.. semoga bermanfaat, let’s start!

Sejak tahun 2011, saya selalu ngajak YOTers untuk lakukan sesuatu. 2011: #MakeItHappen, kemudian 2012: #AchieveMore, dan tahun 2013: #FocusMore. Ini bukan sekedar ajakan, tapi inilah yang saya lakukan di 3 tahun terakhir. Hasilnya? Tidak ada satu tahunpun yang membuat saya menyesal. Memang tidak semua apa yang saya ingin capai, tercapai. Dan ini adalah hal yang wajar. Tapi setidaknya, karena dari tahun ke tahun saya terus menantang diri saya, maka pencapaiannya pun dari tahun ke tahun semakin besar dan semakin banyak. I thank GOD untuk semua yang telah saya capai, dan yang belum saya capai.

Seperti yang sudah sering saya sampaikan di beberapa media, “Resolusi Tahun Baru” seperti namanya, hanya sering kita dengar menjelang sebuah tahun berakhir. Hampir semua orang punya ‘resolusi’. Tapi, banyak banget yang ketika di tengah jalan sudah mulai bilang ke dirinya sendiri, “Ah, susah” atau “Ah lupain aja deh”, dan sebagainya. Jangan kawatir, karena saya pun bilang begitu di beberapa target yang menurut saya susah.

Apakah sebenarnya, benar-benar susah atau karena ngga ingin mencapainya sepenuh hati? Menurut saya, mungkin karena yang kedua. Kenapa? Bukannya kalau kita menginginkan sesuatu, ya kita ingin mencapainya? Belum tentu. Kalau apa yang ingin kita capai tidak punya makna yang mendalam untuk diri kita, biasanya kita hanya ‘termotivasi’ di awal aja, di tengah mandek, males dan mulai keluarin tuh semua alesan.

Di akhir tahun 2012, salah satu resolusi 2013 saya adalah untuk bisa punya perut sixpack. Di tengah jalan, saya bilang ke diri sendiri, “Forget it.” Kenapa? Setelah saya renungkan, ya itu tadi, mungkin karena punya perut sixpack tidak bermakna buat saya. Cuma buat keren-kerenan. Nah, yang cuma buat keren-kerenan, ngga akan kita perjuangkan mati-matian.

Saya juga ingin mendaki Gunung Kinabalu di Malaysia, dan gagal.. karena ‘kesibukan’ saya. Saya ingin lari full marathon 42.2K di Gold Coast Australia, juga gagal karena ‘kesibukan saya. Kedua hal ini, tidak terlalu bermakna untuk saya capai di tahun 2013 ini. Makanya alasan ‘sibuk’ pun keluar di mulut saya. Apakah daki gunung dan lari full marathon hilang dari list saya? Tidak. Semoga suatu hari, entah di 2014 atau setelah itu, saya bisa menemukan makna yang besar untuk diri saya, supaya ngga ada lagi alasan-alasan untuk ngga melakukannya.

Lain halnya dengan keinginan saya untuk membuat YOTNC 2013 lebih besar dari 2012. Karena ini punya makna yang mendalam untuk saya dan YOT: memberikan inspirasi yang lebih besar dan ke lebih banyak anak-anak muda Indonesia, maka saya dan tim mati-matian untuk membuat itu menjadi kenyataan. Susah? Iya. Tapi, we did it. Dengan menghadirkan total 9 pembicara, termasuk Ibu Menteri Elka Mari Pangestu dan CEO MNC Grup Hary Tanoe, juga Ken dan Andrew Darwis Kaskus, Noni Purnomo Blue Bird, Mardi Wu Presdir Nutrifood, Kemal Arsjad CEO Lynx Films, dan Piyu (Padi).. jumlah peserta YOTNC 2013 pun lebih banyak daripada tahun-tahun sebelumnya.

So, apapun ‘resolusi’ tahun 2014 yang kamu mau buat, pastikan, yang benar-benar bermakna untuk diri kamu. Percaya ngga percaya, inilah yang jadi bensin kamu untuk terus maju, lewatin semua polisi tidur yang ada di depan kamu.

Di tulisan ini, saya ngga akan menuliskan apa yang jadi Resolusi 2013 saya, dan mana yang tercapai dan mana yang tidak seperti yang pernah saya tuliskan di beberapa tahun lalu (bisa di-search di youngontop.com). Tapi, saya lebih ingin kasih beberapa step yang harus kita lakukan, supaya di akhir tahun 2014, kita ngga lagi ngeliat lebih banyak yang ngga tercapainya dibandingkan dengan yang tercapainya.

1. Target yang bermakna. Ini sudah saya jelaskan di atas ya.

2. Target yang optimis realistis. Tinggi (bukan yang mudah tercapai), tapi masih bisa untuk dicapai. Ngeset target beda sama ngeset mimpi ya. Kalau mimpi, bermimpilah setinggi-tingginya. Kalau target, ya harus yang tinggi tapi masih bisa tercapai.

3. Buat Plan. Tanpa ini, target yang ingin kita capai ngga akan pernah bisa tercapai. Plan yang saya maksud itu adalah langkah-langkah kecil apa aja yang harus kita lakukan, dan kapan kita lakukannya. Harus ada timeline-nya, dan tanggalnya harus ditulis secara detil.

4. Fokus. Bukan berarti harus hanya fokus ke pencapaian 1 target. Kalau kita bisa punya beberapa target yang ingin dicapai, dan berusaha mencapai semuanya, kenapa hanya ke satu target aja? Tapi yang saya maksud di sini adalah, untuk kalau sudah set target-target yang mau dicapai, jangan menoleh ke kanan dan ke kiri terlalu sering. Sekali-kali, di tengah jalan nambahin target yang ingin dicapai boleh, tapi jangan kebanyakan. (Ini sesuatu yang saya sendiri masih berusaha; karena urat takut gagal saya sudah ‘putus’, semua kesempatan rasanya ingin saya sikat).

5. Komitmen. Tanpa ini, ngga ada yang akan bisa kita capai. Komitmen adalah jalanan yang menghubungkan kita dengan target yang ingin kita capai. Kalau ini terputus, ya jangan harap kita bisa ke sana. Komitmen lebih ke mindset, untuk lebih ke actionnya..

6. Never Give Up. Kita semua tahu, ngga ada yang gampang untuk diraih. Kalaupun ada, ya itu bukan hal yang berarti pastinya. Jadi, hanya orang bodoh yang mau mencapai hal besar tapi maunya dengan gampang, atau berharap ngga akan ada rintangan besar di depannya. Bodoh, dan naif. Kita harus prepare ourselves untuk menghadapi rintangan yang ada, sebesar apapun itu. Kalau baru ketemu 1,000 polisi tidur trus kita udah ngeluh, “Duh kok susah ya?”, ya berarti secara mental kita ngga siap untuk meraih hal besar yang di awal kita set. Ketika kita rasanya ingin give up, coba ingat lagi point 1 di atas! KENAPA kamu menset itu sebagai salah satu target kamu? Apakah itu benar-benar memiliki makna untuk kamu?

Saat ini, saya sedang berada di rumah wifey saya, di Bangkok. Setelah sejak tanggal 15 Desember lalu ninggalin kantor dan liburan ke Phuket, PhiPhi island, Krabi, trus ke Chiang Mai, dan sore ini setelah selesai menulis notes ini, saya akan bersiap untuk merayakan tahun baru di Central World (Times Square-nya Bangkok, atau Bunderan HI-nya Jakarta) bersama wifey.

#HidupIniIndah yes, selalu. Tapi fyi, selama 2 minggu terakhir, saya banyak merenung, dan merencanakan apa yang ingin saya dan PT. YOT Nusantara capai di tahun 2014. Baru beberapa hari yang lalu akhirnya saya menuliskan semua yang ingin saya capai di iPhone yang selalu saya bawa kemana-mana, supaya anytime of the year kalau saya ‘lupa’, saya akan bisa buka list-nya dan kembali on track. You can do the same.

Target yang ingin saya capai di 2014 terbanyak dan terbesar/terberat yang pernah saya berikan untuk diri saya sendiri di dalam hidup saya. And that’s why, untuk tahun 2014: #NextLevel. Apakah saya akan mampu mencapai semuanya? Mungkin tidak. Mungkin iya. Let’s see.

Let’s do this. Are you ready? Don’t forget to say thank GOD untuk tahun 2013 yang kita lewati bersama, dan let’s take ourselves to the #NextLevel.

HAPPY NEW YEAR, YOTers!

See You ON TOP in 2014,

Billy Boen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s