My unpredictable journey to Halliburton, Oil and Gas Services Company

Main CoverHello guys, long time no see. Pa kabar nih? Kabar gue Alhamdulillah sehat-sehat aja. Lama tak bersua dan vakum ngeblog bukan tanpa alasan man teman. Skripsi yang menyita waktu, persiapan kelulusan dan mematangkan diri di dunia kerja adalah sedikit dari sebab dan alasan yang ngebuat gue menyingkirkan layar laptop dari url wordpress ini.

Okay guys, kali ini gue cuma mau ngeshare sedikit banyak pengalaman gue di masa-masa transisi perkuliahan. Yaitu dari skripsi – pendadaran (sidang Tugas Akhir) – kerja (the real real real world of life). Ohya sedikit intermezzo, dalam postingan kali ini, gue juga mau berbagi apa aja yang udah gue alami di Service Oil and Gas International company, Halliburton. Bagi yang gak tau apa itu Halliburton, tenang, gue bakal kupas dan jelasin di postingan ini juga. So, jangan baca introduction nya aja ya. Baca sampai postingan ini berakhir. Okay😉

Masa-masa produktif yang gue alami selama skripsi melahirkan seorang wawan baru dalam kehidupan dunia ini. Wawan yang biasanya jarang ke lab, kini malah hampir 4 minggu sekali mantengin osiloskop. Wawan yang biasanya ke cafe buat nongkrong-nongkrong, kini menjadikan wawan memiliki kebiasaan baik yaitu “nyekrip”. Jarang menginjakan kaki ke perpustakaan adalah masa sebelum skripsi datang. Saat wawan berkenalan dengan skripsi, ia pun menjadikan perpustakaan sebagai tempat yang bukan hanya tempat ngadem, tapi juga tempat untuk menimba ilmu, mencari sumber pengetahuan, belajar hal baru dan tempat untuk mengisi kekosongan waktu. Overall, skripsi changes my life 180 degree.

Skripsi kelar, sidang pun datang. Waktu seakan berjalan tanpa liat kanan kiri. Nyelonong gitu aja. Tau-tau udah timingnya aja. Kopi nescafe kaleng jadi minuman rutin menemani keyboard laptop dan tangan yang sibuk mengetik. Persentasi kelar dan latihan pun mengikuti. Menit demi menit dihabiskan untuk latihan di depan layar laptop. Semua pertanyaan yang sekiranya akan terlontarkan dari mulut sang penguji telah ditangkal dengan slide-slide jawaban. Hingga sidang pun datang, baju terbaik yang pernah gue miliki akhirnya dikenakan. Karena gue pribadi punya prinsip, “When you have to face the death, face it with the best dress you have. So, if you actually die, you die in the best suit and the smile on your face.”

Ya itu pandangan gue sih. Gak tau kan ama sudut pandang elu-elu pada. Ya intinya, sidang gue kelar dan gue senyum dengan apapun hasil yang bakal gue dapatkan. Pertanyaan yang paling gue ingat adalah saat dosen penguji menanyakan, “Menurutmu kamu berhak dapat nilai A atau B?”

Seketika gue terdiam dan dengan lantangnya gue jawab,”Kalau dikasih pilihan ya saya yakin dengan segala persiapan dan apa yang telah saya persentasikan, saya berhak untuk dapat A pak.”

And unfortunately, skripsi yang gue kerjakan kurang lebih 6 bulan (belum termasuk persiapan) berujung pada nilai B. Kecewa? Pasti dong kecewa. Tapi ya bagaimana lagi. Semua pasti sudah ada porsinya. Gue selalu beranggapan bahwa Tuhan itu adil dan saat lu dapat jelek, yakinlah sesuatu yang baik bakal datang mengobati rasa tamparan yang tadi datang ke wajah lu.

And guess what, tawaran kerja dari Halliburton pun datang. Alhamdulillah, unpredictable banget sumpah. Gue anak yang biasa-biasa ini ternyata dipercaya untuk jadi seorang Field Engineer di PSL Wireline and Perforating. Wow, unbelievable!!!

Ikhwan Luthfi SyafjonDan petualangan gue pun dimulai…..

Okay, sebelum gue banyak cerita dan keceplosan lebih lanjut, gue mau jelasin sedikit ke teman-teman yang belum tau apa itu Halliburton. Buat lu yang udah pada tau, mingkem aja dan tunggu cerita gue lebih lanjut. Deal yaaa🙂

So, kalo kita ibaratkan dalam dunia perminyakan ini ada 3 elemen penting yang jadi pondasi hingga pada akhirnya minyak itu dapat kita konsumsi.

korelasi ONG

Ringkasnya, gambar di atas udah menjelaskan sedikit banyak tentang sistem perminyakan. Seperti yang ditunjukan pada gambar di atas, relationship yang terbentuk adalah :

  1. Pemerintah Indonesia
  2. Pemilik sawah (oil and gas company)
  3. Petani (service oil and gas industry)

Jadi ceritanya begini, Pemerintah Indonesia adalah regulator dalam hal sawah persawahan (dalam hal ini kita kaitkan dengan Perminyakan). Si pemilik sawah yang punya modal banyak pingin investasi di dunia pertanian (alias perminyakan). Pemilik sawah ini menggambarkan oil and gas company. Bisa jadi Chevron, Pertamina, Total, Exxon, dll. Si pemilik sawah ini gak tau cara bercocok tanam yang baik dan benar sehingga dia memodali si petani untuk bercocok tanam. Singkatnya, si petani ini adalah si Halliburton, Schlumberger, Elnusa, dll.

Chevron, Pertamina, Total dan perusahan oil and gas lainnya memberi kepercayaan kepada perusahan service oil and gas seperti Halliburton untuk melakukan logging and perforating, seismic, cementing, dll. Kurang lebih kaya gini, Perusahaan oil and gas punya lahan tapi gak punya tool atau alat canggih buat ngebor. Dan ia manggil si ahli pengeboran yaitu Halliburton itu tadi. Masalah ia masih butuh service-service tambahan berikutnya, nanti tergantung nego. Makanya ada istilah “Oil and Gas Industry” dan “Service Oil and Gas Company”.

Kurang lebih begitu ya teman-teman. Maap maap ni kalo ada kurang ato salah kateeee. Hehehe… Kalau lebih detailnya, googling aja. Gue cuma ngasih gambaran dikit biar cerita kita enak nyambungnya ntar.

Oil and Gas Company

Gambar di atas adalah deretan Oil and Gas Company yang pernah gue tahu :

  1. Chevron
  2. Total
  3. Exxon
  4. Conoco Phillips
  5. Premier Oil
  6. BP
  7. SHELL
  8. Pertamina
  9. Statoil

Service Oil and Gas Industry

Dan yang di atas ini adalah Service Oil and Gas Company nya :

  1. Halliburton
  2. Schlumberger
  3. Baker Hughes
  4. Weatherford
  5. Elnusa

Bagi yang masih bingung, silahkan kontak gue lewat email, phone, line atau whatsup. Free to ask🙂

Perjalanan cukup panjang gue tempuh sebelum gue resmi jadi Field Engineer di Halliburton. Biar ceritanya terstruktur, gue buat dalam format point-point berikut.

*INPUT DATA*

Diawali dengan input data ke beberapa career center yang gue tau. Saat itu, Hallbirton melakukan kerja sama dengan 3 universitas di Indonesia. Ada UGM, UI dan ITB. Honestly, join dengan perusahaan sebesar Halliburton adalah impian gue sejak gue kenal dengan si merah ini. Sehingga gue dengan beringasnya input data ke UGM (ecc.ft.ugm.ac.id), ITB (karir.itb.ac.id), dan UI (cdc.ui.ac.id dan cdc.eng.ui.ac.id). Beruntungnya gue sudah lama jadi member di 3 career center ini. Sehingga tinggal klik klik aja. Jadi bagi teman-teman yang belum jadi member, gue saranin buat klik website di atas, pelajari cara jadi member disana. Mau itu bayar 50 ribu atau 100 ribu, bayar aja broow. Gak ada salahnya. Ini demi masa depan lu kok. Yang penting, stick to the line and procedure aja.

 

Berikut tanggal-tanggal input data Halliburton saat itu :

ITB : 23 april 2014 – 22 Mei 2014 (kurang lebih terakhir gue liat, yang input ada lebih dari 700 org)

UI : 7 April 2014 – 23 Mei 2014

UGM : 22 mei 2014 – 2 juni 2014 (terakhir gue liat ada 1735 pelamar)

ITB Career CenterITB CCECC UGM6.4

Yang paling penting dalam input data ini adalah, lu harus isi sejujur-jujurnya dan selengkap-lengkapnya. Gak ngerti cara ngisinya, tanya ke teman atau orang yang udah pengalaman. Isi semua form dan cantumkan atau upload semua data yang mereka inginkan. Karena itu bakal jadi bahan pertimbangan mereka untuk memanggil lu ke depannya. So, fill the form honestly and gently. Apa yang lu input dan lu upload di sana akan jadi pertanggung jawaban lu saat di tahap berikutnya. Pada intinya, it’s just the beginning.
Kaya yang udah gue bilang tadi, bagi yang udah jadi member dan rajin ngisi data di website career center tadi, lu akan sedikit terbantu.

Masa-masa gue input data dulu, mereka gak batasi apakah elu tamatan tahun ini atau masih dalam proses skripsi atau gimana. Dan kecewanya gue, dari 3 career center yang gue pake, cuma ITB dan UI yang memperbolehkan seorang “mahasiswa” untuk mendaftarkan diri. Sebagai alumni UGM, gue kaget karna gue gak dibolehin daftar. UGM hanya memperbolehkan seorang yang udah berstatus “sarjana” untuk mendaftar. Tapi yaaa itu tadi, tiap career center punya kebijakan tersendiri dalam melakukan penyaringan job seeker. Makanya gue saranin temen-temen buat daftar ke tiga-tiga career center itu. Gak rugi deh. Dari pada terlambat, start your engine right now sir!

ditolak ECC

Akan tetapi, si Halliburton ternyata sedikit sangsi dengan siapa yang melamar. Mana tau yang ngelamar bisa jadi mahasiswa yang masih lulus 2 tahun lagi dan oleh sebab itulah, mereka melakukan konfirmasi dengan bertanya lewat google doc pada tanggal 23 Mei 2014. Dan untungnya pada masa-masa itu, gue emang lagi garap skripsi dan udah dekat dengan sidang. Yaaa pada intinya gue masih masuk saringan lah.

Oya, satu lagi yang gue mau garis bawahi. Gak harus loe itu lulus dan bergelar sarjana dulu baru lu nyoba buat masuk ke perusahaan, gue lagi garap skripsi aja masih dipanggil ama Halliburton. They are not only looking for your GPA (IPK) or your status. As long as you can fit with them, they will hold you. Trust me!

Ya persis kaya milih jodoh lah. Lu boleh aja nyari cewek yang cantik, tinggi semampan, rambut panjang, dan punya banyak teman. Tapi kalo ternyata salah satu dari lu udah mulai gak nyaman, yaaa ngapain diterusin. Mending diakhiri dari awal dari pada diterusin. Ya gak?

*SCREENING TEST*

Mungkin bagi para job seeker, tahapan screening test bukanlah hal yang aneh lagi. Sudah jadi makanan sehari-hari. Karena bagi siapa saja yang lolos input data, akan lanjut pada tahap ini. Untuk perusahaan service oil and gas sedikit lebih simple. Akan tetapi ada perbedaan yang mendasar antar perusahaan service oil and gas yang satu dengan yang lain. Gue akan mulai dengan dua perusahaan service oil and gas yang pernah gue lamar sebelum Halliburton.

# Baker Hughes #

Waktu gue melamar baker hughes, gue ditolak mentah-mentah di frontdesk mereka saat career day ECC UGM 10 Mei 2014 di GSP. Rasa sakit hati karena IPK gue saat itu gak cumlaude, gue lampiaskan dengan daftar online di website career mereka. Hingga pada akhirnya gue di phone interview oleh mereka. Phone interview ini adalah HR Interview (Belum masuk tahap user interview). Pertanyaannya yang standar-standar. Intinya semua yang ada di CV lu bakal diobrak-abrik ama mereka. Di kepo-kepoin bahasa gampangnya. Lepas dari phone interview, tahapan berikutnya adalah mengerjakan online English assessment dari lembaga online test “Pearson English”. Habis itu, gue gak pernah dihubungi lagi. Hingga waktu gue di Halliburton, gue dapat kabar kalo Baker Hughes udah dibeli ama Halliburton. Yassalaaam…

# SCHLUMBERGER #

Hal berbeda ketika gue ngelamar perusahaan biru lainnya, Schlumberger.

Seperti biasa, kelar lu input data dan lu dinyatakan lolos, lu bakal dipanggil untuk ikut screening test mereka. Mereka mengawali perjumpaan dengan “three minutes test”. Ini adalah test mental 3 menit dalam bahasa inggris. Pada tahapan pertama ini, lu bakal berhadapan secara langsung dengan tim recruiter mereka. Lu bakal ditunjukin beberapa gambar yang mereka pegang. Setelah lu ditunjuki gambarnya, lu harus bisa describe apapun yang lu tau dari gambar itu pake bahasa inggris. Lu jelasin deh semua yang lu tau tentang gambar yang mereka tunjukin. Bisa jadi lu diminta buat jelasin 2 gambar, atau 3 gambar. Malah gue pernah 1 gambar aja dan lolos ke tahap berikutnya. Okay, lepas dari 3 minutes test, kita akan masuk pada tahapan test tertulis. Semacam Aptitude test gitu. Ada beberapa soal yang kalo gue gak salah itu dibagi 5. Ada soal Math, Physics, Electrical, Mechanical, Drawing. Ya banyak-banyak baca kumpulan rumus matematika ama fisika SMA aja kayanya udah afdol buat lolos tes ini. And after you passed this test, lu bakal masuk ke tahap FGD (Focused Group Discussion).

Remember, it is FGD, not LGD (Leaderless Group Discussion). So, agak beda cara menyikapinya. Kalo FGD, lu bisa tunjuk satu orang yang jadi pemimpin dan membagi satu project jadi beberapa job detail. Kalo LGD, lu boleh jadi moderator dan tugas lu adalah mendengarkan semua opini tanpa mengesampingkan pendapat pribadi lu. Ya pada intinya, pendeketan FGD dan LGD sedikit berbeda dan pastinya ke dua cara ini punya kriteria penilaian masing-masing.

Bagi yang masih kurang jelas, as I’ve said before. See my business card and call me if you need more explanation. I’ll help you😉

Habis FGD kelar, lu bakal lanjut ke tahap interview. Dimulai dari interview HRD, lalu user dan ditutup dengan medical check up. Untuk tahapan screening test Schlumberger ini (3 minutes test + Aptitude test + FGD) dilakukan dalam 1 hari. Jadi lu harus bawa makanan atau bekal minuman dari rumah yaaa. Soalnya lu bakal sibuk satu hari penuh dari pagi jam 7 ampe malam jam 7 lagi. Ya gpp deh demi masa depan.

# HALLIBURTON #

Hal berbeda akan lu dapat dengan proses penyaringan Halliburton. In this step, you won’t see any 3 minutes test. Mereka akan menyuguhi lu dengan test Aptitude dan soalnya banyak banget. Plus pake bahasa inggris. Nah loe… kena loooeee… Tapi santai aja, berhubung lue masih punya banyak umur, les bahasa inggris aja dari sekarang. Hehehe…

Selesai Aptitude test, nama yang tersaring diumumkan saat itu juga. Persis kaya Schlumberger tadi, hari itu juga, lu bakal tau apakah lu bisa lewati tahapan itu atau enggak.

Next step adalah FGD (Focused Group Discussion) dengan total peserta yang lolos sebanyak 169 orang dan dipecah menjadi 26 team. Gue waktu itu dapat kelomok 19 dan jadwal FGD nya jam 4 sore. Gue bersanding dengan 3 anak ITB, 1 anak UNDIP dan 1 anak UNRI. Gue pernah denger kalo anak UGM itu kalem dan pemalu orangnya. Okay, that’s what people think but not what I am thinking. Sejak kapan seorang blogger tercipta jadi anak yang suka mingkem. Hahaha…

Jujur gue rada bingung dengan tahapan FGD kali ini. Ini FGD apa LGD ??? Jadi ceritanya gini. Kami yang lolos tersaring, dibagi dalam beberapa grup. Sekitar 6-7 orang satu grup nya. Kami dikasih satu kasus dan meminta penyelesaiannya. Disaat yang bersamaan, tim recruiter duduk bersama kami. Mereka adalah pihak netral yang mengawasi jalannya diskusi. Nah bingungkan loeee… So yang terjadi adalah, tiap kami memberi opini tentang masalah yang diberi dan kami jatuhnya berdebat. Leaderless but it was FGD. Dan itulah yang terjadi. Hahaha… Dan hebatnya, dari opini yang mereka lontarkan satu persatu, hanya gue yang jadi pihak kontra. Yang lain pro. Oke, beberapa yang pro lolos tahap FGD, termasuk yang kontra, it means me. Hahaha..

Screening TestSpanduk Halliburton

Pelaksanaan test ini dilakukan di Ruang seminar Lt. 3, Fakultas Pertanian UPN Yogyakarta pada tanggal 17 Juni 2014 dengan total peserta 190 jiwa (untuk saringan ITB dan UI).

Untuk saringan dari UGM, pelaksanaan test aptitude pada tanggal 16 Juni 2014 dengan total peserta yang ikut 114 orang dengan tempat yang sama dan waktu pelaksanaan yang sama yaitu dari pukul 07.30 pagi hingga pukul 5 sore. Kaya yang udah gue kasih tau tadi, prepare your food and mineral water before you go for the test. Beberapa benda yang wajib lu bawa saat test adalah KTP, alat tulis, Meja/papan jalan, CV Hardcopy & CV softcopy dalam USB. Alangkah lebih baik dalam bentuk pdf.

Sore pun datang dan FGD pun berakhir. Pertanyaan besar masih melekat di benak tiap peserta. Apakah aku akan lolos atau tidak yaaa? Berbeda dengan Schlumberger yang pengumumannya hari itu juga, Halliburton berbeda. Ia mengumumkan peserta yang lolos dan lanjut interview via email. Hingga yang lolos ke tahapan berikutnya diumumkan lewat email pada pagi hari. Saking paginya, jam 12.21 am baru di email. Dan gue baru nyadar. Gue kaget setengah mati karena harus balas email konfirmasi sebelum jam 3 pagi. Dan gue yang entah kenapa baru bangun jam 6 pagi menyadari kebodohan itu. Gue baru balas email itu jam 6.15 pagi. Yaaa gue sih nothing to lose aja saat itu. Mau gue di-diskuslifikasi atau gimana, yaaa rapopo lah. Namanya juga hidup. Dan ternyata gue diperbolehkan untuk ikut interview session. Hahaha… I know that I can capable enough for it. Pede dikit boleh lah yaaa… wkwkw

* INTERVIEW SESSION *

Nah tahapan ini adalah tahapan paling membosankan dalam hidup gue. Gimana gak, nunggu antrinya lumayan lama brow. Bertempat di Hotel Hyatt Regency Yogyakarta, Jalan Palagan Tentara Pelajar, Yogyakarta, room 241 sampai Room 242 tanggal 18 – 21 June 2014 dari pukul 7 am – 3 pm dengan total peserta yang lolos sebanyak 83 orang.

Kalo gue sih kebagian tanggal 19 June 2014 jam 2.30 pm. Actually gue datang jam 10 am dan kebagian jatah makan siang. Sedikit tricky sih sehingga gue bisa dapat kisi-kisi dari teman-teman yang udah interview dari perbincangan di meja makan. Hahaha… Gue inget betul kata seorang teman kalo perbincangan paling hangat itu kalo gak di meja makan atau gak di atas tempat tidur. Karena saat itulah semua obrolan bisa diarahkan pada sesuatu yang jujur. Wkwkwkw.

7Wireline and Perforating

* Asking for interested *

Agak lama gue di-anggurin ama Halliburton. Sedikit harap-harap cemas juga gak dikasih kabar lumayan lama setelah interview diadain. Hingga pada akhirnya tanggal 18 Agustus 2014, gue iseng-iseng cek inbox gmail gue. Dan kabar baik itu pun muncul. Email yang datang dari Halliburton sedikit memberi pencerahan pada kehidupan gue. Di email itu gue ditanyain tentang “masih minat atau tidaknya gue utk kerja di Halliburton?”

Gue dengan spontan balas tu email dengan jawaban “Interested sir”

Selang beberapa hari, gue di-anggurin. Ternyata anggurnya makin tumbuh lebat saudara-saudara. Jedeeerrr…. Gue masih harap-harap cemas kembali… Hiks hiks. Emang sedikit menguji kesabaran sepertinya. Rasa senangnya hanya dalam hitungan detik. Menit ding. Hehehe…

* Congratulation email *

Berita gembira yang sebenarnya pun datang pada tanggal 8 September 2014. Email bahagia (kali ini benar-benar membahagiakan) datang dengan penandatanganan online “Sign contract letter”. Betapa bahagianya gue saat itu. Masa nganggur gue pun berakhir. But actually gue gak nganggur sih. Secara gue belum wisuda, belum nerima SKL (Surat Keputusan Lulus) dan juga masih dalam tahapan skripsi. Yaaa at least gue sedikit lebih maju dari yang lain. Hehehe… Lebih tepatnya tricky sih. Wkwkwkw. Di email itu juga disertakan pertanyaan kapan gue bisa ikut medical check up.

* Ngebalas Emailnya Halliburton *

Rasa bingung bercampur senang jadi satu. Pada tanggal 11 September 2014, dengan kepolosan dan kejujuran gue yang maha dahsyatnya, gue email mereka tentang kondisi gue yang sebenarnya. Gue jelasin ke mereka kalau gue masih dalam tahapan skripsi, gue belum lulus kuliah, gue belum punya SKL apalagi ijazah.

Tapi, biar mereka gak salah pilih orang, dalam email gue cantumkan keseriusan gue dengan mereka. Ibarat kaya nembak cewek bro. Klo elu liatin ke si dia  bahwa lu bener-bener serius ama dia, ya lu bawain kue kek, bawain bunga mawar kek. Dan mawar pun banyak artinya tergantung warnanya. Nah berhubung gue gak mungkin ngasih Halliburton mawar, gue cuma bisa email mereka beberapa dokumen yang menunjukan keseriusan gue dengan mereka. Some documents that I attach at that time are :

  • Surat telah ikut pendadaran
  • My latest CV
  • Transcripts
  • Sign contract

Oya sedikit intermezzo, mungkin beberapa hari lagi, kalau gue masih punya waktu, gue bakal posting cara buat Curriculum Vitae yang bagus. Berhubung CV adalah kostum alias pakaian kita di mata perusahaan, kayanya penting juga buat share sedikit ilmu gue ttg CV ke teman-teman semua. So, just wait!

* MEDICAL CHECK UP *

And finally, email gue dibalas oleh mereka. Mereka gak nerima “Surat telah ikut pendadaran”. Yang mereka terima minimal adalah “Surat Tanda Lulus”. Minimal loh yaaa… Jadi kalo bisa Ijazah. Gitu maksudnya.

As I’ve already held my SKL (Surat keputusan Lulus) from my Faculty, gue langsung email Halliburton dan mereka pun menerimanya dengan meng-arrange jadwal medical Check up gue.

Medical Check up pun dilakukan di Parahita Utama Diagnostic Center Yogyakarta tanggal 20 September 2014 jam 7 pagi ampe jam 12 siang kira-kira. Testnya ada Test A2 + Spiromteri test (kebayangkan kan tes nya apa aja… Hehehe).

* Online process for employee database *

Alhamdulillah ternyata hasil medical Check up gue bagus brooow! Email bahagia pun datang ke inbox gmail gue. Gue diminta untuk membuat profile online di website mereka. Perasaan gue udah lama buat akun di web mereka. Ternyata yang ini beda. Status gue yang awalnya cuma akun ecek-ecek alias jobseeker, kini berubah jadi employee.. Yooooaaaaah!!! Dan mereka juga meng attach 3 form yang harus gue isi. Mau tau form apa aja? Wah rahasia bos! Hehehe… Kalo mau tau, japri ajaa! Wkwkwk. Dan gue juga diminta untuk mempersiapkan beberapa dokumen hardcopy yang akan dibawa nanti pas ke kantor pusat di Jakarta buat induction day.

Beberapa dokumen itu adalah :

  • Curriculum Vitae (Make it as beauty as you can)
  • Akte Kelahiran
  • Buku Nikah (buat kandidat yang udah nikah. Nah berhubung gue belum nikah, gue gak bawa ini)
  • Sertifikat kelahiran anak (anak Cuma sampai 3 biji. Hmmm…)
  • Kartu Keluarga
  • KTP
  • SKL (Surat Keputusan Lulus)
  • Buku rekening Bank
  • Pas foto 3X4 (3 lembar dengan background merah dan 2 lembar untuk istri dan anak)
  • Npwp (Nah bagi yang belum buat npwp, tinggal klik link ini aja https://ereg.pajak.go.id)
  • fotokopi passport (berhubung trainingnya bakal di Luar Negri, jadi diminta buat passport)

Nah bagi yang belum punya passport, silahkan ke kantor imigrasi masing-masing. Berhubung gue orang Riau yang kuliah di UGM Yogya, akhirnya gue ngurus passport di kantor imigrasi yogya di jalan solo km 10. Butuh apa aja buat ngurus passport, gambar di bawah udah cukup menjelaskan secara detail man-teman.

Syarat Passport

* INDUCTION DAY *

Ini adalah pembukaan atau ramah tamah dari Halliburton kepada para 24 orang pegawai barunya. Ramah tamah ini berlangsung selama satu minggu dari tanggal 6 ampe 10 Oktober 2014 di Auditorium Bhumyamca + Meeting room di belakang meja operator Halliburton. Kantor Halliburton ini ada di Jl. Raya Cilandak KKO, Jakarta Selatan. Tiap hari ada penjelasan dan beberapa hal mengenai persiapan kerja. Dimulai dari jam 8.30 pagi ampe jam 5 sore. Ternyata induction day itu lumayan melelahkan juga. Hehehe… Selfie dikit boleh lah yaaaa🙂

Halliburton Office

* WORKSHOP TO POH (BALIKPAPAN) *

Tak terasa, ramah tamah selama satu minggu pun berakhir. Berhubung POH (Point of Hired) gue di Balikpapan, maka gue melayang di udara dari Yogya ke kota paling nyaman di Indonesia, Balikpapan. Flight gue pukul 5.45 sore WIB tanggal 19 October 2014.Let’s rock that city!

tiket otw bpnbpnPagi pun datang seraya menyapa pilar-pilar kayu tirai kantor Halliburton yang terletak di kawasan komplek perkantoran. Cahayanya masuk seakan tak segan memberi nilai seni pada keindahan alam. And you know what guys, first impression gue tentang kantor Halliburton di Balikpapan ada 2 kata. “Clean” and “Simple”. Hahaha… Liat aja nih gambarnya.

Halliburton OfficeDan foto-foto berikut adalah beberapa penampakan dari workshop area, tempat kerja dan laboratoriumnya Halliburton.

This slideshow requires JavaScript.

Nah untuk safety, Halliburton melengkapi tiap pegawai WP dengan beberapa alat tempur. Berhubung gue udah capek ngetik, liat gambarnya aja gpp yaaa… Hehehe…

This slideshow requires JavaScript.

Talking about safety, PSL WP (Wireline and Perforating) adalah terorisnya Halliburton. Kerjaan kami cuma punya dua bahaya. Kalo gak mandul karena berinteraksi dengan bahan radioactive atau mati karena bahan explosive. So, that’s the reason why this PSL is named with Wireline and Perforating. Named Wireline because we are using wireline to log and perforate the cased hole well.

Gambar-gambar selanjutnya menunjukan beberapa fasilitas yang ditawarkan selama bekerja di Halliburton.

This slideshow requires JavaScript.

 Untuk fasilitas, jangan khawatir, yang hobi jogging bakal dimanja dengan jogging track yang bersih nan indah. Yang hobi renang ada swimming pool, buat yang suka nge-gym ada fitness center (maaf gue gak suka nge-gym makanya gak ada fotonya), buat yang suka billiard ada juga tempatnya. Dan jangan khawatir bagi yang suka badminton, tenis meja, pimpong dan basket. They give you those facility. Masalah makan jangan cemas. Disini bisa makan 3 kali sehari. Tinggal pilih mau makan western food atau traditional food. Bagi yang gak doyan dua-duanya, masih ada mie instan kok kalo mau pesan. Tenaaang! Untuk penginapan ada staff house yang bersih dan rapi. Pake AC, ada ruang tamu, meja belajar, wifi dan fasilitas hotel lainnya. Dan itu semua FREE! Just relax and enjoy.

 

Dan semoga foto-foto terakhir ini bisa menggambarkan secara garis besar worklife di Halliburton. Btw jangan liat fotonya aja ya. Baca tulisan deskripsi gambarnya.

This slideshow requires JavaScript.

Fasilitas boleh oke. Tapi jangan lupa kalo Halliburton adalah universitas. Kok Universitas sih? Karena disini tempatnya belajar sambil bekerja. A lot of assessment, training, courses and homeworks everyday. Kasur boleh empuk tapi jangan kira bakal bisa tidur nyenyak. Hahaha… Study every night masbro. Pagi ampe sore waktunya angkat barbell (kerja bersama tool dan mandi keringat di terik panas matahari). Habis itu boleh lah istirahat buat melepas hoby. Dan setelah itu masih banyak kerjaan yang harus dilakukan. Ada PR dan pelajaran yang harus diselesaikan.

Kadang ada rotasi siang malam dan bagi yang udah 3 bulan masa kerja bakal terbiasa dengan ritme 4/2 (4 minggu ON – 2 minggu OFF).

That’s how this company loves you. You can earn much money in Halliburton, but don’t forget to give your best performance for this company.

So, that’s all I have to describe the reason why I didn’t write for a long time. Okay guys, I know that everybody has their own dream, and me too. So, catch it and show it to the world. It’s up to you to express it. And this is my way to express what I’m feeling. Sharing by writing on my Blog. Find your way and tell it to me😉 See you on the next story of my post. Bye!

end

**************SUMMARY****************

summary

The process that I have to take until joining with Halliburton :

Data input : 23 april 2014 – 22 Mei 2014 ==> lebih dari 2500 orang

SCREENING TEST (Aptitude test + FGD) : 17 June 2014 ==> 190 orang

INTERVIEW SESSION (HRD + USER) : 18 – 21 June 2014 ==> 83 orang

Asking for interested : 18 August 2014

Congratulation (email) : 8 September 2014

MEDICAL CHECK UP : 20 September 2014

INDUCTION DAY : 6-10 October 2014 ==> 24 orang

WORKSHOP TO POH (BALIKPAPAN) : 19 October 2014 ==> 4 orang

INTERMEZO : Read also My unpredictable journey in NOLA & DOLA

fff
sdad

19 thoughts on “My unpredictable journey to Halliburton, Oil and Gas Services Company

  1. Reza says:

    hei ikhwan, congratulation!
    senang bisa dengar kabar kamu ketrima di Halliburton setelah sebelumnya kita ketemu kamu masih galau nyari kerja. hahaa.
    Keep fighting Ikhwan, hope you find your passion and family in this great company, don’t forget to bring back any knowledge to others especially for your junior, always learn and share :))

    • ikhwanluthfi says:

      Sukses lah buat kta semua… kamu jga pasti bisa dpt apa yg jadi mimpimu broow! Good luck for your passion and career🙂

  2. Canna says:

    mas ikhwan sangat menginspirasi dan postingannya bermanfaat. Makasih banyak mas sudah mau berbagi. Aku jadikan page favoritku di Chrome :)) Sukses ya mas

    • ikhwanluthfi says:

      Wah alhamdulillah… sama2 canna. Semoga bisa menularkan virus2 sharing nya ke kamu dan yg lain ya. Keep sharing and keep inspired.. makasih sekali lagi🙂

  3. Fauziah says:

    Assalamualaikum. Sangat menginspirasi bg, btw salam kenal bg, saya juga org Riau. Kelahiran Pekanbaru . Mahasiswa smt 4 d3 politknik caltex Riau jurusan elektro program studi teknik telekomunikasi,. Yg masih harus banyak belajar.
    Kira kira disana ada job utk konsentrasi telkom bg? Dan utk cewek peluang krja dsna bagaimana bg? Terimakasih.

    • ikhwanluthfi says:

      Kalo pembukaan sih kayanya belum ada pas harga minyak lagi jelek gini. Kita tunggu stabil aja dlu. Kalo jurusan sih terbuka. Tapi tergantung nanti butuhnya apa, di recruit lah sesuai jurusannya

  4. Ahmad Ridho Alkatiri says:

    mas, mau bertanya
    kalau jurusan teknik kimia lebih prefer kemana ya jika memilih berkarir di oil service company?
    Drilling, Well construction, completion atau production?
    jika melihat ulasan mas diatas tampaknya divisi produksi yang paling relevan
    namun beberapa senior saya jurusan teknik kimia ada yang masuk ke wirelines services, artificial lift, menurut mas bagaimana?
    terima kasih mas

  5. Akhmad Ridho says:

    mas, mau bertanya
    kalau jurusan teknik kimia lebih prefer kemana ya jika memilih berkarir di oil service company?
    Drilling, Well construction, completion atau production?
    jika melihat ulasan mas diatas tampaknya divisi produksi yang paling relevan
    namun beberapa senior saya jurusan teknik kimia ada yang masuk ke wirelines services, artificial lift, menurut mas bagaimana?
    terima kasih mas

    • ikhwanluthfi says:

      Hai akhmad. Salam kenal. Maaf baru bisa balas. Jadi kalo di dunia migas itu ada dua pembagian kalo aku gak salah. Satu yg owner company kaya chevron dll. Satunya lagi services company. Kalo di services intinya teknologi dan mayoritas teknik mesin dan elektro. Tapi gak menutup kemungkinan buat anak teknik kimia, geologi masuk ke bidang wireline. Karna pada akhirnya semua akan di training lagi. Tapi chance utk kesana kan juga kecil kalo gak sesuai dgn kriterianya. As long as kamu bisa nunjukin ke tim hrd and user nya kalo kamu mau belajar dan bekerja keras, nothing to be worried lah. Semua company pada akhirnya akan memberi training kok di awal. Tapi ingan 60% itu learning by yourself, 20% from mentor, 10% in class training. Semua company aku rasa sama. Belajar sendiri adalah yg utama. Semoga menjawab dan good luck

  6. imam says:

    Halo mas salam kenal.. saya imam dri d4 teknik mesin polban… wah keren bgt mas pengalamannya menginspirasi sekali… saya pengen bgt bsa kerja di tempat yg berhubungan dgn oil and gas… oh iya mas.. saya jga mau tanya klo untuk d4 di perushaaan itu apa bsa mas?

    • ikhwanluthfi says:

      Untuk persyaratannya udah aku kasih semua di postingan ini. Gak lebih dan gak ada yg kurang. Kemarin ada adik kelasku yg coba dan sukses dengan hanya mengikuti langkah2 yg aku share itu. Semoga membantu yaaa

  7. kennedy says:

    maaf kak menganggu saya mahasiswa semester 5 teknik elektro.saya mau bertanya kak tentang program kerja praktek yg ada disana apakah ada syarat tertentu ????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s