Setengah penuh atau setengah kosong

wine-glassesrepost dari blog keren ini.

“saya sudah menggoblokkan diri sendiri terlebih dahulu sebelum menggoblokan orang lain” (Bob Sadino : 1939-2015)

 

Kekkaron, itu kata yang pas untuk komentar terhadap puisi “Goblok”nya Alm. Bob Sadino. Secara bahasakekka adalah hasil (result), ron adalah teori.* Bob Sadino membuat puisi itu setelah dia berhasil menjadi pengusaha kelas kakap, setelah dia malang melintang dalam bisnisnya puluhan tahun. ”Goblok” di puisinya itu sebetulnya bukan goblok yang sesungguhnya, justru goblok yang ditulis dalam tanda kutip itu memberikan makna penekanan terhadap makna sebaliknya.

Kalau dibaca dan dipahami dengan mendalam, “Goblok” di sana justru mencerminkan kata rendah hati, ulet, pekerja keras, fokus dan senantiasa belajar terhadap hal baru dan pada siapapun, seperti diungkapkan dalam salah satu quote “Goblok”nya: “Setiap bertemu dengan orang baru, saya selalu mengosongkan gelas saya terlebih dahulu”. Hal seperti ini tidak mungkin ada di dalam orang goblok yang sesungguhnya, karena biasanya mereka punya sifat yang berkebalikan dengan alm Bob Sadino.

Fenomena Bob Sadino ini memang menarik, sama menariknya dengan pertanyaan dari peserta seminar,

“Pak, kalau melihat dari perusahaan-perusahaan besar saat ini, pendirinya kok gak pernah lulus kuliah seperti Bill Gates, Mark Zuckerberg, Sergey Brin dan lain-lain. Apakah berarti kita gak perlu kuliah?”.

Ya, pertanyaan ini muncul setelah mereka melihat karya yang dihasilkan orang-orang itu. Mereka sama sekali tidak melihat bagaimana banyaknya orang-orang yang tidak kuliah yang tidak menghasilkan apa-apa. 

Kalau kita melihat orang-orang seperti Steve Jobs secara langsung memang dia tidak lulus kuliah. Sebetulnya dia kuliah juga, namun dia memilih tidak menyelesaikan kuliahnya. Itu pilihan dia, dia berani mengambil resiko dan dia konsisten dengan pilihannya. Dia bukan tidak mampu untuk menyelesaikan kuliahnya, namun dia hanya memilih beberapa mata kuliah yang benar-benar dia minati sampai dia mahir. Setelah merasa cukup, dia memilih untuk drop out, kemudian dia belajar sendiri secara otodidak dengan pikiran dan badannya. Begitu juga dengan orang-orang yang drop out lainnya.  Bisa dikatakan mereka lebih cepat dewasa dan tahu apa yang akan mereka lakukan di beberapa tahun ke depan dibandingkan dengan orang lain seusianya. Mereka tidak mementingkan hal-hal formal dan memilih jalur informal yang membuat mereka tidak terkekang dalam berkreasi dan berekspresi.

Mereka tahu dan yakin bahwa dunia informal sangat kaya dengan pengetahuan dan ketrampilan. Apalagi di jaman informasi seperti seperti sekarang ini yang membuat kita bisa belajar kapan saja, dimana saja dan dengan siapa saja. Namun memang dunia informal ini tidak memberi gengsi dan pengetahuan apa-apa sebelum berhasil. Berbeda bila kuliah di universitas, apalagi di kampus terkenal dan fakulas favorit, walaupun sering bolos dan kadang tidak paham dengan apa yang diajarkan, sejak awal para mahasiswa itu sudah bisa pamer jaket almamater dan menggunakan identitas kampus untuk keperluan macem-macem, berbeda dengan dunia informal yang baru didapatkan setelah usahanya berhasil. Dan orang-orang itu memilih dan meng-gambling hidupnya dengan dunia seperti itu, dan buat mereka itu tak menjadi masalah.

Contoh yang seperti ini pun sempat muncul beberapa bulan lalu, saat kita dihebohkan dengan berita luar biasa yang akhirnya muncul dalam berbagai meme, saat Susi dipilih sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Berita tentang bagaimana dia merokok di sela-sela pelantikan menteri oleh presiden sampai level pendidikan dia yang hanya lulusan SMP. Bayangkan, hanya lulusan SMP. Bahkan SMA pun dia tidak lulus. “Jadi mending saya gak usah kuliah saja kalau lulus SMP pun bisa menjadi menteri”, begitu kata sebagian orang. Terlepas dari kontroversi sikap keseharian beliau, mungkin kita perlu belajar darinya tentang bagaimana usaha yang dia lakukan untuk survive saat dia memutuskan untuk drop out dari SMA nya. Jika dia bukan orang yang taft, bermental baja, pekerja keras, dan tentunya kemauan untuk selalu belajar, tentu dia tidak akan bisa seperti sekarang.

“Susi pernah sebangku dengan saya saat kelas satu SMA. Dia genius. Terlalu pandai untuk belajar di kelas dengan sistem yang ada. Dia lebih menikmati membaca buku-buku filsuf tebal dengan Bahasa asing daripada menghapal pelajaran Pendidikan Moral Pancasila. Sangat pandai di mata ajaran kimia. Susi memang sering sakit-sakit waktu itu, sehingga sangat mengganggu aktivitasnya….”

Itu adalah ungkapan dari sahabat SMAnya, wakil rektor UGM bidang kerjasama, Prof. Dwikorita Karnawati (saat ini menjabat sebagai Rektor UGM) saat penandatanganan kerjasama antara UGM dengan Geosurvey (Perusahaan milik Susi) dalam pengembangan riset teknologi lidar pada bulan April 2014.

Nah pertanyaannya sekarang, “memangnya saat SMA atau Kuliah, apa yang kita lakukan?”

 

*Kekkaron (結果論), dalam bahasa Inggris diistilahkan sebagai hindsight-based opinion atau pendapat/opini yang ditarik berdasarkan pada apa yang pernah dijalani.

 

==============================================================

Bob Sadino adalah seorang pengusaha nyentrik yang memulai dan mengembangkan bisnisnya dari nol. Setalah melalui hambatan dan tantangan seperti kebanyakan kisah sukses pengusaha lainnya, beliau akhirnya berhasil dengan caranya sendiri. Rahasia kesuksesan perjalanan hidupnya telah ia bagikan kepada dunia.

Memang Bob Sadino telah meninggal duniasetelah sempat dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta (12/01/2015). Sedangkan Istri Bob Sadino sendiri telah berpulang mendahului pada Juli 2014. Akhirnya, setelah berjuang melawan sakitnya, Bob Sadino menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 81 tahun.

Warisan Bob Sadino yang paling berharga bukanlah harta yang telah ia hasilkan, tetapi sebuah kisah bagaimana ia menjalani hidupnya.

Kisah motivasi hidup seorang Bob Sadino mengiringi berita kematiannya. Motivasi hidupnya tertuang dalam kata-kata bijak, kata-kata mutiara; “Inspiring Quotes” yang akan dikenang sepanjang masa di hati sebagian besar orang-orang di seluruh dunia.

Dan kini, setelah kepergiannya ke alam baka, semua orang akan mengigat dan mengenangya sebagai seorang pengusaha yang ramah dan sederhana. Sosok baik hati dan tidak sombong, serta mau berbagi dengan sesama. Tidak heran, ketika berita meninggalnya Bob Sadino tersebar, banyak orang kemudian merasa kehilangan sosok unik yang selalu identik dengan celana pendek ini.

Membodohkan diri sendiri adalah jalan termudah untuk menjadi sukses

Kata-kata bijak Bob Sadino tidak seperti kebanyakan, selalu saja “out of the box”; sangat sederhana, sangat realistis. Cara Goblok Menjadi Pengusaha adalah sebuah terminologi ala Bob Sadino dalam mengajarkan dan memotivasi orang. Dalam beberapa kesempatan ketika di wawancarai seputar tips dan triks bisnisnya, jawaban beliau selalu saja jauh dari kata ilmiah ilmu bisnis.

“Orang Bodoh” Ini adalah kata-kata Bob Sadino yang sangat populer. Di akui atau tidak; kebanyakan pengusaha sukses adalah orang-orang yang di cap sebagai “orang bodoh”. Bob Sadino memakai sebuah perumpamaan antara “orang bodoh” dan “orang pintar” untuk menyadarkan kita bahwa di dunia ini, ada banyak hal yang sangat berbeda dari apa yang seharusnya di tulis dan di maknai.

Tidak ada kesuksesan yang datang secara tiba-tiba. Jadi, kalau ingin sukses Jadilah “Orang Bodoh” dan tempatkan diri sendiri di jalan berdarah dan berliku. Semakin besar tenaga daya dan upaya yang dikeluarkan, maka semakin besar pula peluang untuk berhasil dalam bisnis. Itulah sebabnya, kisah orang-orang besar selalu dimulai dengan penderitaan; darah dan air mata.

Membaca kata-kata Bob Sadino tidak boleh dibaca mentah-mentah, baiknya di resapi secara mendalam, inti katanya adalah “merasa” sehingga akan menjadi “menyadar”; sadar untuk apa kita hidup, sadar untuk siapa kita hidup, sadar bagaimana kita ingin hidup, dan berbagai pertanyaan lainnya.

10 Inspiring Quotes Bob Sadino tentang Kelebihan Orang Bodoh dalam Berbisnis

  1. orang bodoh yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Di lain sisi kebanyakan orang pintar malas untuk berkerja keras dan sok cerdas
  2. orang pintar biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang “bodoh” mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya.
  3. orang pintar merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang bodoh seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.
  4. orang bodoh sulit mendapat pekerjaan sehingga dia terpaksa buka usaha sendiri. Dalam perjalanan bisnisnya agar semakin sukses dia harus merekrut orang pintar. Alhasil orang bodoh tadi jadi bosnya orang-orang pintar.
  5. orang bodoh kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas itu keliru. Sedangkan orang pintar sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu, makanya tidak menerima kritik tentang kualitasnya.
  6. orang pintar berpikir, “aku pasti bisa mengerjakan semuanya”, sedangkan orang bodoh menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.
  7. orang bodoh biasanya lebih berani dibanding orang pintar, kenapa? Karena orang bodoh sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang “pintar” telalu banyak pertimbangan.
  8. orang bodoh sulit mendapat pekerjaan sehingga dia terpaksa buka usaha sendiri. Dalam perjalanan bisnisnya agar semakin sukses dia harus merekrut orang pintar. Alhasil orang bodoh tadi jadi bosnya orang-orang pintar.
  9. orang pintar merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkan hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang bodoh merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.
  10. orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu yang dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar.

Katan-kata Bob Sadino yang ia tinggalkan adalah sebuah intisari dari sebuah kenyataan kehidupan. Mengenang Bob Sadino melalui kata-katanya adalah sama juga membaca tentang siapa kita sebenarnya di hadapan Tuhan. Kita semua adalah “orang bodoh” yang berusaha untuk menjadi lebih bodoh lagi sehingga bisa merasakan anugerah dan karunia yang Tuhan berikan kepada manusia.

Di balik Kata-kata Bob Sadino yang sederhana itu, ada makna yang sangat filosofis dan mendalam. Katan-katanya mencerminkan keluguan dan kepolosan sebagai seorang manusia ciptaan Tuhan.

 

==============================================================

Putra terbaik bangsa ini telah pulang ke Rahmatulloh dan meninggalkan banyak ilmu untuk para juniornya. Ia tak lain dan tak bukan adalah Bambang Mustari Sadino atau yang lebih dikenal dengan nama Bob Sadino.

Seseorang yang telah mengajarkan ilmu unik untuk menjadi seorang pengusaha. Cara Goblok Menjadi Sukses telah menginspirasi siapa saja untuk bisa berhasil. Sukses bukan saja hanya milik mereka yang berduit, tapi berlaku bagi siapa saja yang bersedia kerja keras.

Bob Sadino meninggal pada Senin (19/1/2015) sekira pukul 17.55 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta karena sakit komplikasi. Sebelum menghembuskan nafas terakhirna pria kelahiran Bandar Lampung 9 Maret 1939 ini telah menjalani perawatan selama 2 minggu.

Untuk mengenali motivator dalam dunia bisnis ini sangat mudah. Ia tak pernag mengenakan celana panjang. Artinya dalam berbagai acara ia hanya akan mengenakan celana pendek. Tak terkecuali saat bertemu dengan orang nomor satu dibelahan dunia manapun ia hanya akan mengenakan celana pendek.

Kisah hidup Bob Sadino bagaikan sinetron. Dimana ia terlahir dari keluarga kaya raya dan mewarisi hampir seluruh harta kekayaan keluarga karena seluruh saudaranya telah mapan. Uang warisan tersebut digunakan untuk keliling dunia .

Namun, dalam perjalanannya ia berhenti di Belanda dan bekerja di sana. Setelah itu hartanya habis dan tinggal 2 mobil Marcedes Benz. Satu mobil di jual untuk membeli tanah di Kemang Jakarta dan satunya lagi untuk modal usaha.

Usaha pertama yang dirintis adalah rental mobil dan ia harus turun tanggan sebagai sopir. Sayang, usaha itu gagal karena mobil kecelaaan parah dan harus dijual. Untuk bertahan hidup maka ia harus bekerja sebagai kuli bangunan dengan upah Rp 100,00.

Atas saran dari salah seorang sahabat maka Bob Sadino kemudian beralih memelihara ayam negeri. Yang mana pada tahun itu ayam masih didominasi ayam kampung sehingga ayam yang ditawarkan pengusaha dropout dari bangku kuliah itu begitu diminati.

Tercatat dalam sejarah, suami Soelami Soejoed ini adalah orang pertama yang memperkenalkan ayam negeri di tanah air. Pada awalnya tidak ada yang meminati ayam negeri dan harus ditawarkan dari pintu ke pintu.

Praktis telur ayam yang popular di luar negeri hanya diminati oleh mereka yang pernah tinggal diluar negeri. Tapi seiring waktu berjalan telur yang diperkenalkan mulai dikenal publik dan disuka karena rasanya sama enak dan harganya lebih murah.

Kini siapa yang tak kenal dengan unit usaha yang berada di payung Kemfood dan Kemchick. Semua produk yang ada kaitan dengan peternakan dan pertanian telah tersebar ke seluruh negeri.

 ==========================================================

“Tidak boleh cengeng dan tahan banting. Kamu jatuh, bangun lagi. 900 Kali jatuh 900 kali bangun. Bersyukurlah pada yang Kuasa. Ini jadi modal, uang belakangan. Bagaimana melepas kemiskinan? Jadilah entrepreneur!”

Bob Sadino, mungkin anak jaman sekarang kurang tahu akan kiprahnya dalam dunia bisnis. Tapi siapa sangka pak tua yang hobi bercelana pendek ini adalah salah seorang dari sedikitnya pengusaha Indonesia yang sukses.

Berbeda dengan kebanyakan pengusaha lain yang memiliki konsep matang. Justru orang ini ketika membangun usaha sama sekali tidak menggunakan rumus atau formula pada umumnya. Ia pula sosok pencetus metode, “Cara Goblok Menjadi Sukses.”

Bob Sadino tak ubahnya dengan Bill Gates yang mana ia hanya memilih kuliah selama 3 bulan dan setelah itu membangun bisnis telurnya. Berulang kali ia gagal tapi tak mematahkan semangat untuk membangun kerajaan bisnisnya.

Hal utama yang ditekankan adalah jangan pernah takut gagal. Menurutnya kegagalan adalah ssesuatu yang biasa atau mungkin menjadi sebuah keharusan di babak awal dalam membangun usaha.

Secara umum konsep Cara Goblok Menjadi Sukses versi Bob Sadino adalah :

1. Orang goblok tidak berpikir urutan dan orang pinter berpikir urut.
2. Orang pintar tidak mudah percaya pada orang lain, jadi semuanya mau dikerjain sendiri. Lain halnya orang goblok akan mudah percaya orang lain sehingga pekerjaan akan diselesaikan bersama-sama.
3. Orang goblok akan mencari orang pintar untuk membantu dan harus lebih pintar agar usaha bisa berjalan.
4. Orang goblok itu tak pandai berhitung dan akan cepat memulai usaha. Sedang orang pinter terlalu lama berkutat sama hitung-hitungan sehingga tidak segera mulai.
5. Orang goblok bila gagal akan sadar diri sedang belajar. Sedang orang pintar bila gagal akan menyalahkan orang lain yang tidak mampu bekerja.
6. Orang goblok bisnis modal dengkul, kalau tidak punya dengkul bisa menggunakan dengkul orang lain.
7. Bila ingin sukses jangan pernah mau jadi karyawan karena senantiasa akan diperintah. Lebih baik menjadi orang goblok yang memiliki usaha sehingga tidak akan ada yang memerintah. Orang goblok itu tidak akan mudah patah semangat karena ia berpikir harus terus belajar dan belajar untuk lebih baik.

Dari berbagai konsep di atas ternyata sukses bukan hanya milik mereka yang pinter atau cerdas. Hal ini setidaknya telah terbukti oleh pengalaman empiris dari pengusaha handal yang bernama Bob Sadino.

3 thoughts on “Setengah penuh atau setengah kosong

  1. Farras Archi says:

    Sangat menginspirasi sekali mas, saya selalu terkesan dengan tulisan tulisan mas. saya mengucapakan terimakasih mas atas tulisannya.
    saya anak JTETI UGM’14. jikalau ada waktu, saya bisakan bertanya tanya ke mas mengenai kuliah di JTETI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s