[REPOST] Tentang menjadi istimewa

33b37e8b8e51926c5a8dc52744a5d631-d34p6e1Tulisan ini adalah repost dari salah seorang blogger yang juga merupakan salah satu dosen di Universitas saya menimba ilmu, UGM. Saya rasa sangat sayang jika tidak dibagi ke teman-teman semua.

Original post is on this link.

Silahkan disimak cerita yang sangat menginspirasi ini….

[sebuah renungan di satu malam]

Dalam hidup, kita kerap mengalami kejadian yang tidak terduga. Mulai dari tertinggal kendaraan umum sampai ditinggalkan selamanya oleh orang-orang yang dicintai, semua itu sering tidak diduga, apalagi diharapkan. Berbagai kejadian silih berganti, berbagai peristiwa susul menyusul. Banyak yang menyenangkan dan tidak sedikit yang menyakitkan. Namun semuanya memiliki seni tersendiri. Misteri yang melekat pada setiap kejadian senantiasa membuat hidup ini lebih berarti, lebih menggairahkan dan lebih menantang untuk dijalani. Bukankah rasa penasaran, salah satu hal yang membuat manusia serius berjuang, mencoba dan berusaha?

Dalam keseharian seseorang akan menjalani hidupnya dengan gaya dan seni masing-masing. Konon inilah yang membedakan satu orang dengan orang lain. Secara formal, profesi boleh sama dan jabatan boleh imbang tapi seni menjalani hidup adalah kekhasan tersendiri yang seringkali melampau ketentuan-ketentuan formal yang diyakini sebagian besar orang. Tidak jarang kita melihat seorang pelayan kantor (office boy) yang bergaya hebat bagaikan penguasa kantor dan membayangkan dirinya seorang jagoan berpangkat tinggi. Singkatnya, gayanya lebih bos dibandingkan bosnya sendiri. Di sisi lain pernah juga mungkin kita menyaksikan seorang presiden direktur yang sangat bersahaja, bergaya rendah dan menjadikan dirinya sebagai seorang manusia bijak yang dekat dengan kehidupan orang-orang yang secara sruktural berada jauh di bawahnya. Orang seperti ini menjadi favorit di banyak tempat. Kita menyebutnya ‘low profile’.

Melihat dua contoh ini, ada satu benang merah yang menjadikannya seakan sama. Yang patut dicatat adalah keduanya berlaku ‘tidak wajar’ setidaknya jika ditinjau dari pola pikir masyarakat di sekitarnya. Jika saja si office boy adalah seorang yang randah hati, sopan dan hormat kepada orang-orang di kantor (yang apalagi secara strukturral legih tinggi), tentu tidak akan banyak cerita. Dan jika saja sang presiden direktur tidak berlaku bersahaja namun bersikap wajar layaknya pejabat tinggi lainnya, mungkin juga tidak istimewa. Jadi, ‘ketidakwajaran’ itulah yang membuat mereka istimewa. Ketidakwajaran juga akhirnya yang menjadikan kisah mereka sebagai ilham banyak orang, termasuk tulisan ini.

Mereka berdua memiliki seni dalam menjalani hidup. Pintar dalam kerumunan ilmuwan, bebadan tegap dalam lingkungan binaragawan atau tampan di kalangan model/peragawan bisa jadi adalah hal yang sangat biasa dibandingkan menjadi orang yang murah senyum di lingkungan orang-orang yang sudah lupa tersenyum karena kesibukan sehari-hari. Atau menjadi orang yang dengan runut bisa menceritakan kehidupan empirik di desa di antara mereka yang melihat sawahpun belum pernah. Menjadi sesuatu yang berbeda adalah cikal bakal menjadi istimewa. Dan istimewa adalah modal yang baik untuk bebagai peluang.

Tinggal kita mau memilih menjadi apa atau memerankan bagian apa dalam hidup ini. Apakah menjadi seorang lakon yang diidolakan penonton tapi gampang sekali mengecewakan jika sedikit saja berbuat salah. Atau menjadi seorang punakawan bebas nilai yang ketika berbuat baik akan dipuji dan berbuat kurang baik pun mengundang tawa. Itulah seni hidup… seni dalam balutan misteri yang semoga akan tetap menghadirkan rasa penasaran.

Sydney, Maret 04

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s