My unpredictable journey in Black Gold Miner

Sore pun seakan enggan menjauh. Langit yg seharusnya gelap memasuki magrib masih saja terasa hangat dengan sinarnya. Paduan warna oranye dan indahnya biru seakan menjadi hiasan berbalut awan. Persis sesuai dengan yang kurasakan di senja yang menua ini.

Hari ini aku interview dengan pak Dwi Priyadi, wakil presiden direktur PAMA Persada Indonesia. Perjalanan panjang aku tempuh dari jogja hingga stasiun senen jakarta. Masih seakan tak percaya perjalanan dari stasiun lempuyangan yang sempat mundur 3 jam masih aku lakoni dan aku hadapi. Harusnya berangkat jam 6 sore malah ngaret jadi jam 9 malam. Hingga kedatanganku ke ibu kota sedikit mundur dari yang harusnya jam 3 pagi menjadi jam 6 pagi.

Sakit akibat kecelakaan senin minggu yang lalu masih membekas di kulit lutut kakiku. Perih dan nyeri seakan jadi kafein tersendiri yang membuatku sibuk bercengkrama dengan pegawai indomaret di sampingku.

Bukan kali pertama aku berekalana dengan si ular besi. Awalnya aku harus ke Bandung untuk menghadiri psikotes si tambang bara ini. Turun di kiaracondong dan berkompetisi dengan ratusan mahasiswa yang bisa dipastikan jauh lebih muda, lebih segar dan lebih semangat dibandingkan aku. Tapi niat untuk tetap mencoba selalu membara dengan kalimat penyemangat yg cukup singkat

“Jika dicoba kemungkinan maju pasti ada, tapi jika mundur dan balik ke belakang, hasilnya pasti nista”

Akhirnya yaaa maju juga. Entah apa yang dirahasiakan Tuhan hingga pada akhirnya aku harus berhadapan dan bertatap muka lagi dengan pak dadan.

Awal perjumpaan kami dulu cukup hangat, cukup segar dan cukup bersahabat. Masih terniang di kepalaku bagaimana ia tertawa lebar dengan kelakar yang aku lempar. Seakan bapak dan anak yang sedang bercanda, pikirku aku bisa lolos ke tahap berikutnya. Tapi seminggu, dua minggu bahkan 3 minggu, PAMA tak menampakan tajinya padaku. Sama sekali tidak ada panggilan hingga akhirnya Unicharm dan Mondelez datang memberi harapan. Aku yang terseok-seok ini pun menerima segala tawaran di depan mata. Semacam pengembara gurun pasir yang haus akan fatamorgana. Gaji pas-pasan pun seakan jadi halal bagi seorang x-halliburton sepertiku.

Perjumpaan sore itu agak bercampur kenangan memori lama. Kaget dan sedikit nostalgia menghiasi pertemuanku dengan beliau. Walau kali ini perjumpaan kami ditemani dengan pak setiawan. Interview yang tak cukup lama selesai dengan beberapa pertanyaan dan sedikit canda tawa. Ada ketegangan dan keheningan sedikit yang membumbui.

Turun dari lantai 1 dan menunggu panggilan berikutnya di lantai dasar (Ground Floor) adalah tradisi dari seleksi PAMA. Harap-harap cemas memang hingga pada akhirnya namaku dipanggil untuk menghadap pak Ari. Maaf aku lupa beliau di posisi apa. Tapi intinya aku harus menghadap beliau. Seakan diberi sedikit cahaya dari langit aku pun bertanya pada mas imam, alumni Teknik Elektro yang sekarang bertengger di CPMD PAMA, departemen yang sekarang aku perjuangkan.Ia pun dengan sigap dan singkat tapi padat memberi sedikit tips, trik dan bocoran dari pertanyaan interview dengan Pak Ari.

“Mbok kamu tunjukin aja inovasi apa yang kamu pernah buat selama kuliah plus tunjukin kalo kamu bukan anak manja”

Kurang lebih begitu pesannya. Alinea pertama pure tak ada dalam pembicaraan saya dan pak Ari. Tapi alinea ke dua (tunjukin kalo kamu bukan anak manja) memang seakan berbisik dari mulut belia ke telingaku. Ia selalu mengorek kepribadianku apakah aku memang tangguh atau anak mami seperti kebanyakan anak zaman kini. Dan aku kemukakan alasan dan pernyataanku. Tegas dan pasti.

Sepuluh, dua puluh menit akhirnya tuntas. Pulang ke jogja adalah suatu hal yang pasti berhubung tiket kereta sudah di tangan. Seminggu tanpa kepastian membuat hati ini loyo dan mencoba bangkit dengan melamar sana sini. Berharap ada yg mau menerima si tua bangka ini.

Semua tempat, semua divisi, aku coba dan hadapi hingga akhirnya telfon itu pun berdering. PAMA memanggil!

Pagi itu aku masih belum sadar betul hingga jawabanku mungkin sedikit terbata-bata. Interview dengan pak Dwi Priyadi pun jadi agenda dalam seminggu ke depan. Siangpun aku habiskan untuk membeli tiket kereta di alfamart dan memesan penginapan via traveloka. Aku kembali ke Jakarta. Semangat yang dulu pudar kembali bangkit seperti muda lagi.

Yap, ini bukan interview pertamaku. Ini untuk yang ketiga kalinya aku berhadapan dengan orang paling tinggi dari suatu perusahaan. Pertama kali adalah untuk si pejuang merah (red : halliburton), yang kedua adalah untuk si Nola Dola (red : Unicharm). Dan kali ini adalah untuk si harapan baru. Amin.

Cerita panjang di atas terjadi tanpa proses yang sangat singkat. Sebuah tahapan panjang harus dijalani dengan rasa cemas, was-was dan penuh pengharapan. Tahap demi tahap aku jalani dengan senyuman dan tetap berdoa pada Yang Maha Kuasa. Sekelumit kisah tentang interview bersama seorang VP di atas hanyalah segelintir dari proses panjang yang aku lalui hingga akhirnya bisa bekerja secara resmi. Berikut adalah perjalanan panjangku sebelum resmi bergabung dengan si pencari emas hitam.

 

pama

# Seleksi administrasi #

Pada saat itu, ada 4 karir Center yang membuka lowongan agar bisa masuk dan bergabung ke PAMA Persada :

  • Career Telkom (6 Sept – 10 Sept 2016)
  • CDC UNS (9 Sept – 23 Sept 2016)
  • KARIR ITB (15 Sept – 22 Sept 2016)
  • CDC UNPAD (24 Okt – 7 Nov 2016)

Aku dengan sigapnya melamar sebagai MDO (Management Development Officer) di empat karir Center tersebut. Berikut adalah lowongan yang di buka pada saat itu

0001-pama-1024x768 0002-pama-1024x768 0003-pama-1024x768 0004-pama-1024x768 0005-pama-1024x768

Semua website karir pada akhirnya akan mengarah kepada website utama PAMA Persada yaitu sebagai berikut :

1 2

# Psikotest #

Di penghujung September, tepat tanggal 27 September yang lalu, sebuah email masuk ke dalam inbox ku. Email dari Karir ITB akhirnya membawa kabar gembira. Ratusan nama diundang untuk hadir ke Universitas Telkom pada bulan Oktober mendatang, tepatnya dari tanggal 10 – 12 Oktober 2016 pukul 08.00 WIB hingga Selesai.

Ruangan tempat pelaksanaan tesnya sendiri adalah GSG Fakultas Teknik Telkom University, Jl. Telekomunikasi Terusan Buah Batu, Bandung. Aku yang masih belum percaya ini mencoba menghitung satu persatu jumlah peserta yang diundang di 3 hari berturut-turut tersebut. Dan ini adalah rangkumannya :

  • 250 orang di tanggal 10 okt 2016
  • 250 orang di tanggal 11 okt 2016
  • 8 orang di tanggal 12 okt 2016

Jumlah yang cukup fantastis berhubung kandidat yang diundang adalah dari bermacam universitas ternama di Indonesia. Rasa cemas dan khawatir memang sedikit tercipta namun aku tak kan gentir menghadapinya. Ada catatan kecil yang disematkan dalam pengumuman tersebut yaitu :

  1. Peserta diharap datang 30 menit sebelum waktu pelaksanaan tes
  2. Peserta wajib berpakaian sopan dan rapi
  3. Peserta wajib membawa tanda pengenal (KTP/SIM)
  4. Peserta wajib membawa alat tulis: pensin 2B, HB, penghapus, bollpoint
  5. Peserta agar berhati-hati dengan penipuan yang mengatasnamakan PAMA, dan selama proses seleksi berlangsung tidak dipungut biaya apapun.
  6. Harap diperhatikan tanggal pelaksanaan psikotes, yaitu 10, 11 dan 12 Oktober 2016

Pengumuman indah ini datang dari Website Karir ITB. Dan yang membuat aku sontak adalah ternyata pengumuman serupa juga diluncurkan di website karir CDC UNS dengan daftar nama berbeda. Itu artinya pelaksanaan psikotest bukan hanya mengundang 500an kandidat seperti yang ITB umumkan, tapi juga tambahan ratusan kandidat lain dari website CDC UNS dengan rincian sbb.

Psikotest akan diadakan di Ruang Aula LPPM UNS Lantai 4 (Jl. Ir. Sutami No.36A, Kentingan , Jebres, Surakarta 57126 ) pada tanggal 03 – 05 Oktober 2016 dari pukul 07.30 hingga selesai dengan dua jenis tes :

  • psikotest dengan total peserta 557 orang (250 di tgl 3 okt, 251 di tgl 4 okt, 56 di tgl 5 okt)
  • skill test dengan total peserta 77 orang di tgl 5 okt 2016

Okay, sejauh ini baru dua website ini yang mengumumkan hasilnya dengan total peserta psikotes adalah 1142 orang di dua tempat berbeda. Satunya di Solo, satunya di Bandung. Bilang yang cukup fantastis itu pada awalnya membuatku takut dan cemas tapi pada akhirnya aku berhasil mengubahnya menjadi rasa semangat dan pantang menyerah.

Seketika itu pula aku langsung mempersiapkan diri dan mencoba untuk pantang mundur. Hingga pada akhirnya tiket kereta dan voucher penginapan sudah di tangan. Bandung, Here I come!

# INTERVIEW HRD #

Tanpa sepengetahuanku, di hari yang sama ketika aku melaksanakan psikotest, akan diadakan interview HRD untuk beberapa orang pada sore harinya dan beberapa yang lain di hari berikutnya. Kaget memang karena penginapan yang aku booking hanya untuk 2 hari dan esok jam 12 adalah hari terakhirku menginap disana dan malamnya pun sudah berangkat dari Bandung ke Jogja lagi dengan kereta api. Aku mencoba menimbang-nimbang beberapa opsi karena di daftar pengumuman aku dijadwalkan esok harinya untuk interview HRD. Hingga bulatlah keputusan untuk tidak menambah satu hari penginapan karena malamnya pun sudah berangkat ke stasiun.

Yang terjadi adalah pada tanggal 11 Oktobernya aku membawa satu backpack berisi buku dan laptop serta tas gendong yang berisi semua perlengkapan serta pakaianku. Dengan harapan setelah interview HRD berakhir, aku bisa jalan-jalan dulu ke Trans Studio Bandung dan sorenya ke Stasiun.

Sebelum interview aku diminta untuk mengisi beberapa lembar form sebagai berikut :

This slideshow requires JavaScript.

Interview pun berjalan lancar dan cukup cepat. Pertanyaan seputar CV dan pengalaman organisasi serta kepanitian berlalu sembari obrolan. Tak diduga waktu masih menunjukan pukul 11 siang. Aku pun memesan gojek dengan tujuan ke Trans Studio Bandung. Mutar-mutar beberapa jam di sana hingga akhirnya terdampar di Stasiun Kiaracondong. Keretapun berangkat normal pada pukul 8 malam. Masih tak kuduga apa yang akan terjadi jika aku menjadwalkan diri naik kereta di pagi hari. Entah mengapa terbesit saja untuk main-main dulu di Bandung beberapa jam baru malamnya naik kereta. Mungkin sudah jalan nya disana.

# Interview User #

Dua minggu pun berlalu dengan begitu saja. Aku yang masih sabar menanti dan tetap berdoa akhirnya mendapatkan telfon dari seseorang yang menanyakan minat ku untuk tetap bergabung di PAMA Persada. Telfon yang berdering di tanggal 24 Oktober itu juga mengkomfirmasi kehadiranku untuk dapat melaksanakan interview di tanggal 27 Oktober di Kantor PAMA di Pulogadung, Jakarta. Dengan sigap pun aku jawab BISA. Telfon pun ditutup dan dengan segera aku memesan tiket kereta api di Alfamart dan penginapan via traveloka. Cukup mudah dan sangat affordable.

Interview berlangsung singkat dengan pak Dadan Gumilar dan Pak Setiawan Januar hingga akhirnya aku diminta turun ke lantai 1 untuk menunggu panggilan interview berikutnya dengan pak Ari Sutrisno.

# Interview VP #

Dua minggu sudah interview dengan pak Dadan, Pak Setiawan dan Pak Ari berlalu. Dengan tanpa kusadari tepat di tanggal 9 November 2016 itu, handphoneku berdering kembali. PAMA memanggil!

Aku dijadwalkan untuk interview dengan pak Dwi Priyadi di Head Office PAMA di Pulogadung Jakarta pada tanggal 16 November 2016. Harap-harap cemas memang tapi keyakinanku makin meninggi. Aku berharap banyak pada PAMA saat ini. Tiket kereta api dan voucher hotel segera kupesan.

Interview yang berjalan cukup singkat dan penuh ketegangan cukup jelas dirinci pada cerita sebelumnya.

# Medical Check up #

Penantianku yang cukup besar pada PAMA dijawab kurang dari satu minggu. Masih tak percaya ternyata pak Dwi yang terkenal sangar cukup senang dengan jawaban yang aku lontarkan saat interview itu. Pada tanggal 21 November 2016 aku ditelfon PAMA untuk dijadwalkan Medical Check up pada tanggal 23 November 2016. Entah mengapa feelingku sedikit tidak enak di tanggal tersebut karena senin 14 November yang lalu aku mengalami kecelakaan sepeda motor. Bukan salahku tapi memang mobil itu tiba-tiba melompat ke bahu jalan tanpa sepengetahuanku. Untungnya hanya keseleo dan luka ringan. Beberapa dari badanku memar-memar dan kurang enak.

Jadwal yang ditawarkan PAMA aku negosiasikan agar dimundurkan menjadi hari kamis, satu hari mundur dari jadwal yang diberikan PAMA sebelumnya.

Medical Check up yang berlangsung di hari kamis tanggal 24 nov 2016 jam 8 pagi itu berlangsung lancar di Cito yogyakarta Atmosukarto no 4. Dengan bermodal KTP dan nama besar PAMA, aku melalui serangkaian tes kesehatan sebagai berikut :

  • Tes darah
  • tes urin
  • rontgen thorax (tes paru-paru)
  • EKG (Elktro Kardio Graf = rekam ritme jantung saat istirahat)
  • tes pengelihatan
  • Audiometri (tes pendengaran)
  • Spirometri (Pemeriksaan kekuatan pernapasan)
  • body check
  • tes buta warna
  • tes tekanan darah
  • tes ambien.

tim-pama

 

# SIGN Contract #

Lebih dari dua minggu masih belum ada kabar dari Pama, tepatnya 18 hari berlalu begitu saja. Hingga pada pertengahan bulan tepatnya di tanggal 13 Desember 2016, sebuah telfon datang ke handphone ku di waktu adzan magrib berkumandang. PAMA pun memanggil untuk mengkonfirmasi kehadiran di tanggal 16 Desember 2016 di HO Pulogadung untuk tanda tangan kontrak dan bertemu dengan bu Nurma Dept HCS.

Saya sih YES!!!

Keterangan Gambar Timeline :

  • 6 – 10 september 2016 : seleksi administrasi dari link career Universitas Telkom yang mendirect ke google docs
  • 9 – 23 September 2016 : seleksi administrasi dengan melamar dari web CDC UNS yang mendirect pelamar ke link google docs
  • 15 – 22 September 2016 : seleksi administrasi dengan melamar dari web Karir ITB
  • 27 September 2016 : Pengumuman via web Karir ITB dan CDC UNS peserta yang lolos ke tahap psikotes
  • 10 Oktober 2016 (8 am) : psikotest @ GSG Fakultas Teknik Telkom University Jl. Telekomunikasi Ters. Buah Batu, Bandung
  • 11 Oktober 2016 (8 am) : interview HRD @ GSG Fakultas Teknik Telkom University Jl. Telekomunikasi Ters. Buah Batu, Bandung
  • 24 oktober 2016 (10am) : Pemberitahuan via telfon untuk konfirmasi kehadiran interview user di tgl 27 Okt 2016 di Jakarta.
  • 27 oktober 2016 (10am) : interview dengan pak Dadan Gumilar dan pak Setiawan Januar @ Head Office PAMA di Kawasan industri Pulogadung
  • 27 oktober 2016 (1 pm) : interview dengan Pak Ari Sutrisno @Head Office PAMA di Kawasan industri Pulogadung
  • 9 November 2016 (3 pm) : Pemberitahuan via telfon untuk konfirmasi kehadiran interview dengan VP di tanggal 16 Nov 2016 di Jakarta.
  • 16 November 2016 (7 am) : interview dengan pak Dwi Priyadi @ Head Office PAMA di Kawasan industri Pulogadung
  • 21 November 2016 (2pm) : Pemberitahuan via telfon untuk dapat melakukan medcek di CITO Yogyakarta.
  • 24 November 2016 (8 am – 9 am) : medical check up di CITO Yogyakarta.
  • 13 Desember 2016 (6 pm ) : Pengumuman via telfon untuk kehadiran di tanggal 16 Desember agenda tanda tangan kontrak
  • 16 Desember 2016 (8 am) : Sign Contract bertemu dengan bu Nurma Dept HCS utk divisi CPMD dengan grade awal Fresh Graduate Training (grade 4A) dan kontrak selama 1 tahun.

Gagal adalah kesuksesan yang tertunda” – unknown

Keinginan untuk bisa bekerja di tambang baik itu minyak maupun bara adalah harapan dari sebagian pencari kerja. Keberhasilan bisa bergabung dengan PAMA adalah bukan first trial atau pertama kali coba. Tapi adalah kali kedua saya mencoba lalu berhasil hingga pada akhirnya berhasil bergabung di sana.
Sebelum melangkah ke Unicharm, saya sempat berjuang untuk dapat bisa bergabung dengan PAMA. Tapi sayang disayang, sepertinya PAMA bukan untuk saya saat itu sehingga Unicharm adalah gantinya. Langkah saya tersendat hanya hingga interview user saja. Tak ada kepastian dan kabar lagi semenjak itu hingga suatu saat saya menelfon ke kantor PAMA dan benar-benar
dinyatakan gagal oleh tim HRD. Sedih memang tapi saya terima dengan ikhlas. Hingga seketika menjadi x-Unicharm, saya mencoba bangkit dan ikut join ke dalam kompetisi kembali.

# Seleksi Administrasi #

Seleksi administrasi dilakukan oleh 3 website dan salah satunya adalah website PAMA sendiri.

  • 1 Mei 2015 – 16 Mei 2015 : seleksi administrasi via web PAMA

pama-web

  • 15 Mei 2015 – 28 mei 2015 : seleksi administrasi via CDC UNPAD

unpad

  • 21 mei 2015 – 28 mei 2015 : seleksi administrasi via CDC UNS yang didirect ke google docs.

11045293_1093098980716900_4961871236546951341_n 11063480_1093099007383564_288064198215274789_n

Saya yang masih berharap bisa kembali bekerja di dunia pertambangan mencoba ke tiga career website tersebut. Saya lamar semua dan mencoba menanti jawaban setelahnya.

# Psikotest #

Tepat di tanggal 1 Juni 2015, sebuah pengumuman datang via sms yang mengatakan bahwa saya akan mengikuti psikotest di tanggal 6 juni 2015 jam 7.30 pagi. Saya yang waktu itu masih belum percaya dan setengah sadar karena kesiangan langsung membalas sms itu untuk mengkonfirmasi kehadiran.
Pengumuman serupa juga dimuat di website karir UNS di tanggal 3 Juni 2015. Anehnya adalah keesokan harinya di tanggal 4 Juni 2015, muncul pengumuman ralat via sms yang mengatakan bahwa psikotest diundur jadi tanggal 7 juni 2015 jam 7.30 di Ruang Aula Perpustakaan UNS. Saya yang saat itu tidak kesiangan membalas sms konfirmasi tersebut. Hadir!
Saya pun bersiap dan bergegas diri. Jarak antara jogja dan solo sebenarnya cukup dekat. Walau bisa ditempuh dengan kereta api, saya malah lebih condong untuk mencoba touring bersama
motor revo merah saya. Dan datanglah saya di tanah Solo bersama si revo merah saya.
Di tanggal 7 Juni 2015 jam 7.30 pagi, psikotest pun di mulai di Ruang Aula Perpustakaan UNS, Jl. Ir. Sutami 36A, Kentingan Surakarta. Saya yang sudah berbekal CV, fotokopi ijazah dan
transkrip siap menghadapi 532 peserta yang ada.

Selesai psikotes, di jam 10.20 pagi, muncul sms dari antah berantah yang memberitahu bahwa saya diundung untuk hadir dalam psikotest di tanggal 8 juni 2015 jam 7.30 pagi di Aula
lt 3 Fakultas Ilmu Terapan Gedung Selaru Telkom University.

Saya yang masih berpijak di tanah Solo diminta hadir ke Bandung ke esokan harinya. Walau bisa diusahakan dengan pesawat tapi setelah menimbang resiko yang ada, saya akhirnya
memutuskan untuk membalas sms itu yang pada intinya memberi tahu bahwa saya sudah menjalani tes di Solo dan sepertinya tidak akan hadir di Bandung esok hari.

Oya, selesai psikotes saya juga diminta untuk mengisi form lamaran kerja sbb.

This slideshow requires JavaScript.

# Interview User #

Harap-harap cemas memang hingga Juni dan Juli berlalu begitu saja. Agustus pun datang dan masih belum ada kabar dari PAMA. Saya yang saat itu masih terombang-ambing kepastian memilih untuk menghadiri tes Uniqlo Manager Candidate. Hingga di tanggal 2 Agustus 2015 sore, saya naik mobil travel dari Jogja ke Bogor untuk menghadiri tes UMC tersebut di IPB Dramaga.

Tesnya hanya satu hari dan cuma satu proses pula yaitu interview user untuk posisi Uniqlo Manager Candidate. Tepatnya pada pagi jam 7.30 di Auditorium Abdul Hakim Nasution
di samping gedung rektorat IPB Dramaga Bogor. Hasilnya pun diumumkan saat itu juga dan saya dinyatakan Gagal. Berbalut luka atas penolakan tersebut, saya pantang menyerah walau sebenarnya mau menangis juga karena sudah jauh-jauh ke Bogor. Dan sms gembira pun datang dari PAMA. Saya diundang untuk hadir di interview user di Pulogadung Jakarta.
Saya yang hanya berbekal pakaian beberapa malam menimbang kembali untuk balik ke Jogja atau lanjut ke Jakarta.
Akhirnya bulat juga keputusan untuk lanjut ke Jakarta. Esok harinya di tanggal 5 Agustus 2015, saya naik commuter line dari Bogor ke Jakarta.
Interview nya sendiri berlangsung di tanggal 7 Agustus 2015 jam 14.30 di kantor pusat PAMA di Pulo Gadung. Saya diminta bertemu Pak Dadan untuk posisi CPMD.
Interview berjalan lancar, gelak tawa seperti seorang ayah dan anaknya membuat saya semakin yakin bisa bergabung di perusahaan pencari emas hitam ini.

Berikut beberapa dokumentasi yang saya dapat hari itu.

# Penolakan #

Setibanya di Jogja semangat saya yang awalnya positif dan optimis lama-lama menurun dengan sendirinya. Hari demi hari masih belum ada kabar dari PAMA hingga di tanggal 18 Agustus 2015, saya mencoba menelfon PAMA untuk meminta kejelasan.
Di sanalah saya mengetahui bahwa rekrutan CPMD baru sudah full. Saya yang seakan disambar petir ini mencoba tetap bangkit dan membuka beberapa opsi lamaran kerja. Hingga saat itu, dunia FMCG adalah salah satu pilihan saya. Dan unicharm adalah salah satunya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s